Terjerat Kasus Narkoba Status Kades Mulyasari Tunggu Putusan PN


Kota, KORAN SUMEDANG
Terkait pemberhentian Kepala Desa Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara, DH yang terjerat kasus narkoba masih menunggu putusan Pengadilan Negeri.
Hal tersebut, dikatakan Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, H. Nuryadin, bahwa saat ini pihaknya masih menganut asas praduga tak bersalah, dan untuk kasus yang menjerat Kades Mulyasari saat ini masih dalam pengembangan pihak Kepolisian.
“Dan secara aturan, kepala desa itu bisa diberhentikan apabila meninggal dunia, habis masa jabatan dan diberhentikan. Nah kalau berdasarkan Undang-undang tentang Desa, Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah, Kades bisa diberhentikan sementara apabila terlibat korupsi, Makar, terorisme dan tindak pidana terhadap kemanan Negara. Jadi kalau kades Mulyasari itu kan kasusnya narkoba, walaupun sudah ditangkap oleh pihak kepolisian, kita tetap masih memegang asas praduga tidak bersalah, jadi nanti setelah ada keterangan Terdakwa dari Pengadilan Negeri (PN) baru bisa diberhentikan sementara. Beda dengan kasus yang korupsi sudah tersangka juga bisa diberhentikan,” sebutnya, saat dikonfirmasi Korsum, di ruang kerjanya, Jumat (21/4).
H Nuryadin mengatakan, untuk pemberhentian kepala desa itu membutuhkan proses, tidak semata mata memberhentikan, harus menunggu putusan PN. Dan saat ini belum bisa diberhentikan kita akan terjun dulu ke lapangan.
“Apabila dengan penahanan tersebut menghambat pembangunan desa, maka akan ditunjuk Sekretaris Desa sebagai petugas harian sampai ada putusan tetap dari pengadilan. Nah kalau sudah inkrah/Vonis dan hukumannya diatas lima tahun baru akan diberhentikan dan ditunjuk Penjabat Kades yang biasanya dari lingkungan kecamatan,” tegasnya.
Seperti diketahui bahwa Kepala Desa Mulyasari DH (34) yang diciduk Satnarkoba Polres Sumedang atas kasus penyalahgunaan narkotika di Desa Girimukti pada Rabu (18/4). Pada saat ditangkap, ada empat paket kecil siap pakai. “Itu habis transaksi jual beli di wilayah Sumedang Utara," ujar Kapolres Sumedang waktu itu, AKBP Hari Brata, saat ekpos di Mapolres Sumedang, Kamis (19/4).
Kapolres menuturkan, melihat barang bukti yang diamankan, dapat dipastikan DH merupakan pemakai sabu rutin. "Melihat barang bukti, sudah lama, setahun dua tahunan kemungkinan. Dan atas perbuatannya tersebut, DH terancam Pasal 114 dan 112 UU Narkotika dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara,” tandasnya.**[Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar