Tunggu Inkrah, Kades Linggajaya Belum Diberhentikan Resmi


Cisitu, KORAN SUMEDANG
Belum ada keputusan inkrah, Status Kepala Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu, Ano Sutarna yang terbelit kasus hukum hingga saat ini belum diberhentikan secara resmi.
Hal tersebut, dikatakan oleh Camat Cisitu, Ari Kusnadi, bahwa hingga saat ini status kepala desa Linggajaya yang ditahan pihak Kejari Sumedang akibat dugaan penyalahgunaan anggaran. Belum diberhentikan secara resmi dan hanya bersifat sementara. Untuk itu, katanya, agar roda pemerintahan terus bekerja dengan optimal. Maka jabatan kades masih dilimpahkan kepada sekretaris desa.
“Saya yakin saat ini roda pemerintahan desa berjalan dengan kondusif walaupun masih dijabat oleh pelaksana harian," tuturnya, saat ditemui Korsum, diruang kerjanya, Rabu (11/4).
Ari mengatakan, sebelum ada pemberhentian yang resmi oleh Bupati Sumedang, maka kewenangan jabatan kades masih diberikan kepada pelaksana harian. Sehingga pelaksana harian bisa bertugas sebagai kades dalam menjalankan keberlangsungan roda pemerintahan desa agar tidak ada kendala terhadap pelayanan masyarakat.
“Saat ini baru ada surat pemberhentian untuk kepentingan pemeriksaan hukum secara mendalam atau penahanan kades. Setelah ada putusan atau inkrah dari pengadilan, maka akan keluar surat putusan pemberhentian secara resmi. Nantinya akan dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) kades,” ujarnya.
Ari juga menambahkan, jika sudah ada keputusan atau SK pemberhentian secara resmi dari Bupati Sumedang, maka jabatan kades akan diserahkan kepada Plt yang biasanya akan dijabat oleh Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang bekerja di lingkungan pemerintahan kecamatan. Dan jabatan tersebut berlaku sampai terpilihnya kepala desa baru pada pilkades serentak nanti.
"Saya kira tidak lama lagi SK pemberhentian tersebut akan keluar kalau keputusan hukumnya sudah jelas. Atau menunggu masa jabatan kepala desa Linggajaya habis dan kalau tidak salah di bulan juni masa jabatannya berakhir," terangnya.
Ari berharap, masyarakat Desa Linggajaya, tidak perlu merasa khawatir sebab pemerintah desa dengan kecamatan selalu melakukan koordinasi dengan baik. Bahkan masalah sekecil apapun selalu terpantau oleh pihak kecamatan. Kondisi roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap kondusif,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang Aset dan Keuangan pada Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Ili membenarkan bahwa mengenali status kades Linggajaya sudah diberhentikan sementara. Dengan pemberhentian sementara tersebut otomatis semua hak Ano juga dihentikan. “Kalau diberhentikan sementara berarti Siltap kades juga berhenti,” tuturnya pada Korsum, di ruang kerjanya, Jumat (13/4).
Ili menambahkan, saat ini pencairan DD dan ADD Linggajaya masih belum bisa dicairkan karena menunggu Plt Kades. "Saat ini kan masih dipegang pelaksana harian, jadi APBDes tidak sah apabila ditandatangani oleh pelaksana harian. Kalau oleh plt bisa," terangnya.
Menurut Ili, agar tidak berdampak terhadap honor para perangkat desa, pihaknya akan secepatnya kordinasi agar desa Linggajaya bisa di jabat oleh plt kades. “Ya kasihan kan perangkat desa kalau APBDes belum bisa ditandatangani karena akan berdampak terhadap pembangunan desa. Dan kita pun akan kordinasi dengan pihak kecamatan Cisitu karena ada dibeberapa pekerjaan di tahun 2017 yang belum sempat dikerjakan," tandasnya.**[Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar