Gagah..! Pegawai Non ASN Disdik Sumedang Dapat Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Kota, Koran Sumedang
Dalam apel gabungan di lapangan upacara IPP Sumedang, Senin (7/5), Pjs. Bupati menyerahkan 407 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pegawai Non ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Selain itu, sebanyak 162 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat.
Seluruh ASN yang menerima SK tersebut masing-masing terdiri dari 18 ASN Struktural dan 144 ASN Fungsional yang terbagi dari beberapa golongan. Diantaranya 18 orang golongan IV/a ASN Struktural, 133 orang golongan IV/b dan 11 orang golongan IV/a ASN Fungsional.
Pjs. Bupati Sumedang, H. Sumarwan Hadisoemarto mengatakan, penyerahan SK Kenaikan Pangkat diharapkan tidak hanya sekedar naiknya pangkat dan naiknya tunjangan belaka, melainkan sebagai spirit agar etos kerja dan kinerja meningkat.
"Naik pangkat itu berarti naik tanggung jawab, naik tunjangan, naik ancaman, naik godaan. Kenaikan pangkat bisa berarti kenaikan ancaman, meningkatnya gangguan serta godaan terhadap posisi anda sekailan," katanya.
Menurutnya, semakin tinggi pangkat seharusnya seorang ASN semakin profesional, memiliki etos kerja yang bagus, memiliki pemahaman yang luas, serta mengimbangi kenaikan pangkatnya dengan tekad dan usaha para ASN untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi kerja.
"Dengan kenaikan pangkat ini, tidak ada pilihan lain anda semua harus meningkatkan kompetensi, keahlian serta kehati-hatian. Posisi ASN itu adalah posisi yang sangat elit, posisi yang dikejar banyak orang, untuk itu saya harapkan para ASN di Sumedang harus mampu melaksanakan tugas dengan lebih baik lagi serta memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mensejahterakan masyarakat," tegasnya.
Sumarwan mengharapkan, para ASN di Sumedang bisa menerapkan Panca Prasetya KORPI dalam kehidupan sehari-hari. Kecuali itu juga, para ASN diharuskan untuk menjungjung tinggi kehormatan bangsa dan negara dengan menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya.
"Panca Prasetya KORPRI harus dipahami dan dihayati dengan baik, sehingga makna yang terkandung di dalam kode etik KORPRI dapat ditegakan secara arif, tepat, dan taat asas," pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar