Bayi Penderita Hydroceuphalus Meninggal Dunia

Kota, KORAN SUMEDANG
Tak kuat didera bayi hydrocephalus, bayi M. Lutfi (10 bulan) warga Dusun Pakemitan Desa Cimalaka Kecamatan Cimalaka, akhirnya meninggal dunia.
Bayi Lutfi anak pasangan Pajar dan Devi sejak lahir menderita hydroceuphalus dan telah ditangani secara rutin oleh Puskesmas Cimalaka. Dan bukan hanya bayi Lutfi saja, melainkan ibu kandungnya, Devi, juga saat ini sedang dalam pemantauan pihak Puskesmas karena diketahui posotif TB.

Kepala BLUD Puskesmas Cimalaka, Supriyanto membenarkan, bayi Lutfi yang sedang ditangani pihaknya telah meninggal dunia, Senin (25/6).

Awalnya, tutur Supriyanto, hari ini seperti biasa pihaknya melakukan kunjungan ke rumah Devi dalam rangka pengobatan TBC, tapi petugas mendapati bayi Lutfi sedang kejang-kejang. Kemudian bayi tersebut ditangani oleh petugas dan langsung di rujuk ke Puskesmas.

"Kami segera menyiapkan oxygen dan bahkan rujukan ke RSU Sumedang. Namun belum juga dilakukan tindakan medis lebih lanjut, tak lama kemudian bayi Lurfi ini menghembuskan napas terakhirnya," tutur Supriyanto.

"Semoga almarhum mendapat tempat yang layak disisi-Nya, dan ayah serta ibunya diberi kekuatan lahir batin. Amin ya robbal alamin," imbuhnya.

Sementara ibu kandung bayi, Devi, tak kuasa menahan kesedihannya. Namun dengan tabah ia mengatakan, mungkin ini merupakan keputusan yang terbaik yang diberikan Allah untuk anaknya.

"Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Cimalaka yang selama ini telah merawat anak saya dan saya sendiri. Serta kepada pihak-pihak yang telah membantu keluarga saya," ujarnya diselingi isak tangis.**[hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar