Budaya Transparansi Dana Desa


 Buahdua, KORAN SUMEDANG  
Dana Desa (DD) yang digelontorkan pemerintah pusat ke desa sungguh besar nilainya. Sehingga dalam realisasikan dana tersebut, desa dituntut harus membudayakan transfaransi atau keterbukaan kepada masyarakat jika tak ingin ada su’uzon atau kecemburuan sosial diantara masyarakat.
Hal itu diungkapkan Kades Nagrak Kecamatan Buahdua, H. Ade Miharja, ketika ditemui koran ini di ruang kerjanya, Rabu (23/5). Kata dia, Desa Nagrak tengah menuntaskan pembangunan infrastruktur wilayah kelanjutan tahun 2017 lalu. Saat itu belum terealisasikan mengingat terbatas anggaran hingga harus dilanjut ke tahun berikutnya.
“Kami sedang giat membangun infrastruktur dari DD tahap 1 seperti pembangunan rabat beton jalan gang Blok PA Atok dengan biaya Rp 43 juta termasuk pemeliharaan gedung dan sarana prasarana Posyandu Dusun Cigalagah biaya Rp 23 juta. Pengaspalan jalan Desa Nagrak Tengah dengan biayai sebesar Rp 72 juta volume 250 meter, lebar 2,50 meter,” tuturnya.
Dikatakan kades, pelaksanaan kegiatan berdasarkan hasil musyawarah semua elemen masyarakat secara terbuka dan mufakat mengingat jalan tersebut merupakan jalan poros menghubung antar dusun sehingga perlu segera ada penanganan.
Transparasi DD ini diutarakan juga Ketua TPK,  Yayah Komariah, di lokasi kegiatan, Rabu (23/5). Menurutnya, pembangunan tersebut berdasarkan hasil musyawarah secara terbuka para lembaga desa dan tokoh masyarakat, termasuk terbukaan dalam menggunaan anggaran.
“Dalam musyawarah itu semua sepakat bahwa DD tahap ke I diperuntukan pengaspalan jalan Nagrak Tengah dan rabat beton gang termasuk untuk anggaran pemeliharaan Posyandu Dusun Cigalagah. Semua realisasi DD itu diterapkan secara transparan kepada semua pihak sehingga tak ada kesan ada dusta diantara kita,” tandasnya.**[indang]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar