Soal Massa Pendukung Tuntut Uang Saku, Eka Ngaku Tidak Tahu

Kota, KORAN SUMEDANG
Menanggapi demo massa pendukungnya ke kantor advokat Yayasan LBH & Konsultasi Hukum Sumedang usai mengikuti kampanye akbar terbuka di lapangan bola Desa Citimun Kecamatan Cimalaka, calon Bupati nomor lima, Eka Setiawan mengaku tidak tahu menahu soal kejadian itu.

Eka mengatakan, untuk segala macam urusan teknis sudah diserahkan kepada timnya." Sudah. Sudah saya berikan.  Semuanya diurus sama tim saya. Jadi saya tidak tahu masalah itu," tukas Eka usai serah terima jabatan dari Pjs Bupati Sumedang, Minggu (24/6) di Gedung Negara.

Sebelumnya, pada Sabtu malam (23/6), ratusan massa yang terdiri dari koordinator massa peserta kampanye dan puluhan sopir anggkot yang digunakan untuk mobilisasi kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor lima, Eka Setiawan dan Moh. Agung Anugrah menggeruduk kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum & Konsultasi Hukum Sumedang yang juga kantor Sekretariat ARWT Sumedang di Jalan Prabu Gajah Agung Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu malam (23/6).

Kedatangan para koordinator massa dan sopir angkot tersebut menuntut pembayaran uang akomodasi dan mobilisasi yang sebelumnya telah dijanjikan tim sukses paslon Eka-Agung . Namun hingga selesainya kampanye akbar tersebut, uang yang telah dijanjikan tim sukses melalui setiap koordinator massa tak kunjung dibayar juga.**[hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar