Tidak Mau Dibui, Pemilih Jangan Bawa Kamera dan Alat Rekam Lainnya Ke Bilik Suara

Kota, KORAN SUMEDANG
KPU Sumedang mewanti-wanti masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya pada pilkada 2018 nanti, untuk tidak membawa kamera atau alat rekam serta menggambil gambar berbagai aktivitas di dalam bilik suara.

Terlebih lagi melakukan selfie dengan surat suara yang telah dicoblosnya lalu diposting di akun media sosialnya. Tindakan tersebut, kata Kadiv Teknis dan Hubungan Antar Lembaga, Junan Junaidi, bisa mengantarkan pemilih yang memposting surat suara yang dicoblosnya ke penjara. Dan sanksi ini diatur dalam Pasal 35 Ayat (1) huruf d pada PKPU No. 8 Tahun 2017 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Junan menyebutkan, pihakna telah menginstruksikan PPK dan PPS untuk mensosialisasikan larangan tersebut kepada pemilih. Larangan ini, tandas Junan, untuk mengantisipasi pemilih yang transaksional dengan politik uang atau pemilih yang berkomitmen dengan paslon.

"Sebab, prinsip pemilu ini, khususnya Pilkada Sumedang menganut azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," tandasnya. Kalau pemilih berselfieria dengan memperlihatkan coblosan pilihannya dan diposting di medsos, imbuh junan, berarti sudah tidak rahasia lagi dan ini merupakan tindakan pelanggaran pemilu.

"Bilamana terjadi tindakan pelanggaran seperti itu, bisa ditindaklanjuti oleh Gakumdu dan Panwaslu sesuai aturan perundang-undang yang berlaku, Untuk mengantisipasi pelanggaran melalui PKPU pihaknya akan melarang pemilih membawa kamera atau perangkat perekam lainnya ke bilik suara. Pungkasnya.**[hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar