Tuntut Honor Layak, Puluhan Petugas Damkar Sumedang Geruduk IPP

Kota, Koran Sumedang
Puluhan petugas pemadam kebakaran (damkar) kabupaten Sumedang, yang sebagian besar merupakan tenaga honorer, Selasa (5/6) lalu mengeruduk ke Gedung IPP.

Kedatangan mereka bukan untuk memadamkan api, melainkan guna menuntut peningkatan kesejahteraan. Pasalnya, upah atau honorarium yang saat ini mereka terima setiap bulannya sangat tidak layak. Sebagaimana dituturkan Ketua Forum Sukarelawan Pemadam Kebakaran Kab. Sumedang, Yayat Hidayat, besaran honorarium yang mereka terima hanya Rp 400 ribu saja setiap bulannya.

Dari jumlah itu pun masih juga harus dipotong pajak sebesar 6 persen (Rp 24 ribu) sehingga honor bersih diterima hanya sebesar Rp 376 ribu saja. "Terus terang saja, dengan pendapatan seperti ini, bagaimana kami bisa sejahtera. Apalagi pekerjaan kami mengandung resiko tinggi, bahkan nyawa taruhannya," tuturnya dihadapan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Asep Sudrajat dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sumedang, Asep Tatang Sujana yang menerima kedatangan mereka. Saat ini petugas Damkar Sumedang berjumlah 102 orang, dan 84 orang diantaranya statusnya non pns alias tenaga honorer.

Yayat mengatakan, aksi  mereka ini bukanlah yang pertama kali, tapi merupakan aksi lanjutan yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu dan sempat diterima oleh anggota DPRD Sumedang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang di Gedung DPRD Sumedang.

"Dari pertemuan kita bersama Ketua DPRD waktu itu, menghasilkan komitmen akan ada penambahan alokasi anggaran khusus untuk Damkar sebesar Rp 2 milyar pada bulan Juni ini. Tapi nyatanya, tidak ada realisasi," tandasnya.

"Kami merasa berat harus menjalani kondisi yang ada seperti saat ini. Selain kesejahteraan tidak terpenuhi, juga sarana dan prasarana pun kurabg memadai, seperti Unit Mobil Pemadam Kebakaran pun sering mogok sehingga mengganggu kinerja kami ketika harus berjibaku memadamkan api," imbuh Yayat. Kasat Pol PP Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat menerangkan, memang sedianya alokasi Rp 2 milyar tersebut akan dilakukan dalam pergeseran anggaran di bulan Juni ini. Namun karena keterbatasan anggaran yang dialami APBD Sumedang, maka hal tersebut urung terlaksana.

"Dengan resiko nyawa dalam menjalankan tugasnya, memang upah yang diterima oleh rekan-rekan petugas Damkar selama ini sangat jauh dari layak. Untuk itu, saya selaku atasan rekan-rekan juga terus berupaya sehingga minimal upah yang diterima bisa disebut layak," tandasnya.

Guna memuluskan hal itu, sebut Asep, dirinya telah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Pjs. Bupati Sumedang. "Alhamdulillah, berkat fasilitasi dari Kabag Humas dan Protokol juga saat ini telah turun arahan beliau (Pjs. Bupati), dimana kendala yang terjadi selama ini, khususnya terkait kesejahteraan para petugas Damkar Kabupaten Sumedang yang secara kelembagaan berada dibawah Satpol PP Kabupateb Sumedang, akan diupayakan dapat diakomodir saat perubahan anggaran sekitar bulan Oktober mendatang," ujarnya. 

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setda Sumedang, Asep Tatang Sujana membenarkan, setelah berkomunikasi dengan Pjs Bupati, akan adanya penambahan anggaran bagi Damkar Kabupaten Sumedang. "Sesuai dengan arahan pak Pjs Bupati, guna menyikapi permasalahan yang timbul saat ini, yaitu terkait tuntutan peningkatan kesejahteraan bagi petugas Damkar, Pak Pjs Bupati telah berkomunikasi dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset untuk mengakomodir harapan para perugas Damkar yang bisa dilakukan saat perubahan anggaran pada medio Oktober-Desember nanti," terangnya.

Asep berharap para, petugas Damkar dapat bersabar dan memahami kondisi yang terjadi, serta kembali bertugas seperti sediakala. Saat ini, lanjutnya, permasalahan yang dialami rekan-rekan Damkar sudah mulai menemui titik terang, tinggal berjuang agar arahan dari Pjs. Bupati dapat terealisasikan.

"Biarkan kami meneruskan berjuang sesuai dengan ketatausahaan yang benar, dan saya mohon rekan-rekan untuk tetap menjaga kekompakan serta kembali bertugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya," pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar