Untuk Pertama Kalinya Pensiunan Bakal Dapat THR


Kota, KORAN SUMEDANG

Lebaran tahun ini benar-benar memberi berkah bagi pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah mensyahkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Dalam Tahun Anggaran 2018 Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan.
“Tahun-tahun sebelumnya, THR hanya diberikan kepada PNS, TNI, dan Polri yang masih aktif, sedangkan yang pensiunan tidak mendapat THR,” kata Kabid Perbendaharaan BPKA Sumedang, Ineu Inajah, Rabu (24/5), di kantornya.
Ineu menyebutkan, yang dimaksud penerima pensiun dalam PP tersebut yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.05/2018 tentang Juknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Dalam Tahun Anggaran 2018 Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan, adalah pensiunan PNS, pensiunan Prajurit TNI, pensiunan Anggota Polri, pensiunan Pejabat Negara, penerima pensiun janda/duda/anak dari penerima pensiun PNS, TNI, Polri dan Pejabat Negara serta penerima pensiun dari orangtua PNS yang meninggal dunia atau tewas.
Selain THR, imbuh Ineu, para pensiunan ini pun tetap akan mendapatkan gaji ke-13 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.05/2018 tentang Perubahan Kedua Atas PMK No. 96/PMK.05/2016 tentang Juknis Pelaksanaan Pemberian Gaji, Pensiun Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat negara, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan.
Ineu menyebutkan, pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri saat ini sudah menyiapkan anggaran untuk THR dan Gaji Ke-13 bagi PNS dan Pensiunan PNS dalam APBD TA 2018.
“Hanya saja kami belum bisa menentukan berapa total besaran anggaran untuk pemberian THR dan Gaji Ke-13 tersebut. Saat ini kita masih dalam proses imput data dan menghitung sesuai dengan komponen-komponen yang telah ditetapkan untuk THR dan Gaji Ke-13 sesuai dengan PP dan PMK tersebut,” jelas Ineu.
Hal ini, lanjutnya, karena ada perubahan baik PNS aktif maupun sudah pensiun. Diantaranya ada yang meninggal dunia, pindah kerja ke luar Sumedang atau yang naik golongan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pemberlakukan peratutan Pemerintah tentang pemberian THR dan Gaji Ke-13, Rabu (23/5). Dalam PP tersebut, terjadi sejumlah perubahan, khususnya dalam skema pemberian THR bagi ASN aktif. Dimana jumlahnya akan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara bagi pensiunan, untuk pertama kalinya akan mendapatkan THR.
"Kita berharap ada peningkatan kinerja ASN dan kualitas pelayanan publik keseluruhan," ujar Jolowi, Rabu (23/5) dalam siaran pers resmi di Istana Negara, Jakarta.
Di tempat yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan besaran THR bagi ASN aktif disebabkan ada penambahan jumlah item keuangan yang dimasukkan. Jika sebelumnya hanya gaji pokok, di tahun ini ditambahkan tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja.
“Dengan demikian, PNS akan mendapatkan THR hampir sama dengan take home pay satu bulan. Sementara untuk pensiunan, besaran THR yang diberikan sebesar anggaran pokok yang biasa diterima setiap bulannya," ujarnya.
Terkait pencairannya, Sri menjelaskan, masing-masing satuan kerja (satker) yang berjumlah 25 ribu di Indonesia dapat mengajukan permintaan pembayaran THR pada kantor perbendaharaan mulai akhir Mei ini. Sehingga, harapannya, pencairan dapat dilakukan pada awal Juni mendatang.
Mengenai Gaji ke-13, jelasnya, besaran dan skemanya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, baik bagi PNS yang aktif maupun bagi pensiunan. Adapun pencairannya, satker bisa melakukan pengajuan pada bulan Juni sehingga bisa dicairkan pada awal Juli.
Perubahan skema THR tersebut berdampak pada alokasi anggaran yang disediakan. Dimana tahun ini mencapai Rp. 35,76 triliun, atau naik 68,9 persen dibandingkan tahun 2017 lalu. Dengan rincian, bagi ASN aktif, THR gaji ASN Rp 5,24 triliun, THR tunjangan ASN Rp 5,79 triliun, Gaji ke-13 ASN Rp 5,24 triliun, Tunjangan Kinerja ke-13 Rp 5,79 triliun. Rincian THR Pensiunan Rp 6,85 triliun dan tunjangan ke-13 Rp 6,85 triliun.
Sri menambahkan, sebagaimana tujuan awalnya, Gaji ke-13 bagi ASN maupun pensiunan dicairkan pada Juli agar bersamaan dengan masa awal masuk sekolah. Agar ASN, Polri, dan TNI bisa membantu anak-anak sekolah mereka Teknis lebih detail terkait pencairan akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur menjelaskan, selain untuk meningkatkan kesejahteraan, kenaikan juga dilakukan sebagai bentuk reward. Sebab, berdasarkan hasil LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah), terjadi peningkatan kinerja. Karena itu Asman berharap, penambahan kesejahteraan bisa memacu kinerja PNS lebih baik lagi. Sementara pemberian THR bagi pensiunan hanyalah bentuk apresiasi dan hadiah dari negara.
Kendati begitu, Asman belum bisa memastikan skema tersebut bisa berjalan di tahun-tahun selanjutnya. Namun secara pribadi, ia berharap kebijakan itu bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya.**[Hendra]


Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar