Dinas PUPR Janjikan Perbaikan DI Nagrog Selesai Tahun 2018


Kota, KORAN SUMEDANG
Pembangunan saluran daerah irigasi Nagrog di Dusun Cipari Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong yang sudah bertahun-tahun mangkrak, kini akan dilanjutkan kembali. Irigasi Nagrog yang tergerus longsor sejak tahun 2000 lalu itu selalu dikeluhkan para petani.
Beberapa waktu lalu pemerintah sempat memperbaiki irigasi ini dengan menggelontorkan dana hingga Rp 3,2 miliar, namun karena lokasi irigasi ini rawan tanah bergerak, membuat irigasi ini terus jebol.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sujatmoko membenarkan, sejak tahun 2015 lalu saluran irigasi yang panjangnya mencapai lebih dari 6 km ini tidak berfungsi secara optimal dan semua pintu air dari besi sudah hilang. sehingga para petani tidak dapat merasakan langsung manfaat keberadaan irigasi tersebut.
“Untuk mengoptimalkan irigasi Nagrog ini, Pemkab Sumedang telah menyiapkan dana sebesar Rp 4,7 miliar yang bersumber dari APBD Sumedang tahun Anggaran 2018,” ungkapnya.
Menurutnya, perbaikan irigasi Nagrog harus diselesaikan sesuai dengan mekanisme pemerintah dan harus dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan yang matang dan juga harus melalui tender terlebih dahulu.
“Supaya perbaikan irigasi ini hasilnya maksimal dan tuntas dari hulu ke hilir, kita harus menempuh mekanisme yang ada. Mudah-mudahan tahun 2018 ini irigasi Nagrog bisa beres dan bisa berfungsi sehingga nantinya mampu mengairi 364 hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sumedang Utara dan 403 hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tanjungkerta,” jelasnya.
Sujatmoko menyebutkan, perbaikan saluran irigasi nagrog ini akan dilakukan pemasangan pipa sepajang 12 meter dengan diameter 12 inci. Selain itu juga akan ada penembokan, termasuk pendalaman saluran air.
“Agar tidak terjadi lagi kegagalan dalam pembangunan, kami akan lebih ketat lagi mengawasi proses pengerjaannya supaya hasilnya dapat dirasakan dan manfaatnya sesuai harapan bersama," ungkapnya.
Permasalahan Irigasi Nagrog, imbuhnya, penting untuk segera diselesaikan karena akan berkaitan dengan masalah ketahanan pangan. Tidak beroprasinya Irigasi Nagrog ini jelas sangat merugikan masyarakat Sumedang.
"Meskipun terjadi keterbatasan anggaran dalam APBD Sumedang, tapi irigasi Nagrog memang harus segera diperbaiki karena petani adalah penghasil makanan untuk masyarakat,” pungkasnya.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar