Jembatan Gantung Karedok Butuh Perhatian Pemerintah


Jatigede, KORAN SUMEDANG
Sejak dibangun pada tahun 2005 lalu, Jembatan Gantung di Desa Keredok Kecamatan Jatigede belum pernah mengalami perbaikan yang signifikan, kecuali pemeliharaan secara rutin melalui swadaya masyarakat setempat dan pemerintahan desa,
Jembatan gantung ini sangat dibutuhkan sebagai akses keluar masuk warga Desa Karedok.  Karena lebar jembatan yang hanya hanya 1 meter, maka ketika ada motor yang juga akan melintas, pejalan kaki harus menunggu atau berhenti berjalan untuk mempersilahkan motor melintas terlebih dulu, sebab jika tidak maka kendaraan motor tersebut akan oleng.
"Jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung dengan desa lain. Kalau pun kita ingin turut rembuk merawat jembatan gantung dengan menyumbang dana, pihak desa hanya menyediakan kotak sumbangan seikhlasnya," ujar Kepala Desa Karedok, Intab  Wikarya, Selasa (11/7), di kantornya.
Dimintai tanggapannya Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) daerah Pemilihan 3, Maman Koswara mengatakan, pemerintah Kabupaten Sumedang harus berani menyelesaikan permasalahan terkait masyarakat sekitar dan yang terkena dampak pembangunan Bendungan Jatigede." katanya, Jumat (13/7).
Menurutnya, dampak sosial pembangunan Bendungan Jatigede hingga kini masih banyak menyisakan masalah, diantaranya terkait OTD, relokasi wilayah hilir bendungan Jatigede hingga masalah Gunung Julang.
Masalah jembatan gantung dan relokasi wilayah hilir Bendungan Jatigede seperti Desa Karedok dan Desa Kadujaya sampai saat ini belum ada penyelesaiannya. Padahal, kata Maman, ajuan relokasi dari masyarakat telah lama dilsampaikan kepada pemerintah Sumedang. Masyarakat sangat membutuhkan relokasi tersebut karena lokasi tempat tinggal mereka berada tepat di bawah badan Bendungan Jatigede.
"Apabila terjadi bencana terhadap Bendungan Jatigede, masyarakat kedua desa itu yang akan terkena paling duluan. Oleh karena itu, Pemerintah harus mendengar dan menanggapi permasalahan itu dan kemudian menyelesaikannya," tandas Maman.
Dikatakan, selama ini Pemkab Sumedang dinilai belum berani menyelesaikan masalah masalah tersebut. Pemkab Sumedang hanya menyampaikan kopi manisnya saja ke Pemprov Jabar ataupun pemerintah pusat terkait pembangunan Bendungan Jatigede. Sementara, cerita pahitnya belum tersampaikan seluruhnya.
"Untuk menyelesaikan masalah-masalah itu, kedepannya Kabupaten Sumedang memerlukan pemimpin yang mempunyai kemampuan, kejujuran, keadilan dan keberanian untuk menyelesaikan semua permasalahan itu," ungkapnya.
Ia berharap agar pemimpin yang terpilih menjadi Bupati Sumedang dapat menyelesakan apa yang terjadi di masyarakat Sumedang saat ini.
“Pemimpin juga harus bekerja bagi masyarakat Kabupaten Sumedang agar semua keluhan di masyarakat dapat terselesaikan," pungkasnya.**[F. Arif]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar