Masyarakat Sumedang Diminta Waspadai Bahaya Kebakaran

Sumut, KORAN SUMEDANG
Pada musim kemarau seperti saat ini, seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Sumedang diminta agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya kebakaran.

"Hendaknya, dalam musim kemarau saat ini masyarakat Sumedang bisa lebih meningkatkan kewaspadaannya guna mengantisipasi kebakaran, karena biasanya kejadian kebakaran akan meningkat di musim kemarau," ungkap Penjabat Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto, Jumat (20/7), usai meninjau rumah Ondo Suganda (80) di Perum Mekarsari Jalan Kemuning RT. 04 RW. 08 Desa Mekarjaya Kec. Sumedang Utara, yang menjadi korban kebakaran pada Selasa (17/7) lalu.

Setelah memberikan berbagai bantuan seperti kebutuhan logistik kepada Asep, salah seorang anak korban, Sumarwan lantas memerintahkan kepada SKPD dan stakeholder terkait seperti Dinas Sosial P3A, Dinas Kesehatan, BPBD dan Baznas, guna membantu mempercepat penanganan dan pemulihan keluarga korban kebakaran.

"Ada dua hal yang memerlukan penanganan segera, yaitu masalah pembangunan kembali rumah tempat tinggal korban serta masalah sosial terhadap Iis (anak korban yang menderita gangguan mental) yang saat ini untuk sementara waktu telah dititipkan di RSHS," katanya.

Untuk penanganan Iis, Sumarwan telah memerintahkan kepada Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Sumedang, Asep Tatang Sujana, agar ditangani di Panti Sosial Bina Laras Phala Martha, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Sosial yang terletak di Kota Sukabumi.

Sebelumnya, kebakaran yang menimpa rumah keluarga Ondo, dipicu oleh puntung rokok yang dilempar Iis (36 th) penderita gangguan mental yang merupakan anak kandung Ondo. Puntung rokok tersebut mengenai tumpukan baju dan menimbulkan percikan api yang membesar sehingga meluluhlantakan rumah mereka.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, karena Ondo beserta anaknya berhasil menyelematkan diri berlari ke luar rumah. Kendati demikian, kebakaran tersebut telah mengakibatkan Ondo kehilangan rumahnya, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut penuturan salah seorang anak korban, Asep (40 th) menerangkan, sejak tahun 1997 silam, memang adiknya (Iis) tersebut diduga mengalami gangguan mental.

"Memang adik saya sudah lama menderita gangguan mental (gila). Beruntung, surat-surat berharga seperti sertifikat rumah dan lainnya telah saya amankan terlebih dahulu sebagai antisipasi ada kejadian seperti ini. Dan terbukti sekarang rumah orang tua saya terbakar karena ulah adik saya itu," terangnya.

Dituturkan Asep, adiknya saat ini dititipkan di RSHS Bandung, dan ayahnya berada di salah seorang keluarganya. Sementara terkait rumah yang habis terbakar, dirinya dibantu warga lain akan mulai bergotongroyong pada Minggu lusa untuk membangun kembali rumah tinggal milik orang tuanya tersebut.**[hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar