Penggugat SDN Cijolang Naik Banding



Kota, Koran Sumedang
Dalam putusan Pengadilan Agama Negeri terkait dengan gugatan yang dilakukan oleh Isum Suminar dan kawan kawan terhadap lahan SDN Cijolang yang menjadi sengketa, berdasarkan eksepsi 18 dari Pengadilan Agama Negeri Sumedang tersebut pada Selasa (17/4), menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima dan menghukum para penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 2.226.000.
“Dengan telah diputusnya perkara nomor : 2167/Pdt.G/2017/PA.SMD menganai SDN Cijolang yang dilakukan oleh para penggugat Isum Suminar dan kawan kawan pada 17 April 2018, dimana putusannya mengabulkan penggugat satu dan penggugat tiga yang menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima atas putusan tersebut dan para pengugat melakukan upaya hukum banding dimana telah menyampaikan pada 7 Mei 2018 yang pada intinya banding tersebut mengenai keberatan atas hasil putusan dari Pengadilan Agama Negeri Sumedang,” jelas Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizal, saat dikonfirmasi Koran Sumedang, Kamis (28/6), di ruang kerjanya.
Dengan demikian, kata Rizal, kata permohonan banding pada 30 April 2018 advokat Fatimah Rajiana Rozak Shi selaku kuasa hukum dari Isum Suminar dan kawan kawan, para tergugat mengajukan upaya hukum dengan menyapaikan kontra memori banding pada 25 Juni 2018 yang pada intinya keberatan keberatan daripada penggugat atau pembanding tersebut haruslah dibantah ataupun ditolak karena pertimbangan pertimbangan dari majelis hakim telah tepat dan benar.
“Dengan adanya naik banding dari para penggugat tersebut, haruslah dibantah ataupun ditolak karena pertimbangan pertimbangan dari majelis hakim telah tepat dan benar. Oleh karena itu Pengadilan Tinggi Agama Bandung harus tetap menguatkan putusan Pengadilan Agama Negeri Sumedang atas putusannya bahwa ahli waris yang menggugat lahan SDN Cijolang tersebut, telah ditolak atas gugatannya,” jelasnya.
Seperti diberitakan Koran ini sebelumnya, awal mulanya tidak ada persoalan dengan tanah yang sudah di wakafkan kepada SDN Cijolang, namun entah kenapa, menurut informasi yang kami dengar. Bahwa ahli waris menggugat karena lahan SDN Cijolang tersebut akan diambil oleh pihak tol, karena posisi SDN Cijolang masuk kedalam zona pembebasan jalan tol, lalu di taksir harga oleh apraisal muncullah angka Rp 3 miliar lebih.
“Hitungan tersebut oleh apraisal tanah dan bangunan, kalau tanahnya dihargai kurang lebih hanya Rp 500 jutaan selebihnya harga bangunan sekolah,” Kepala Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari, Nunung Kurnia Nengsih, waktu lalu.
Menurut Nunung, pembebasan jalan tol itu kalau tidak salah pada tahun 2015 berprosesnya hingga sekarang belum selesai, karena akan dibebaskan lahan SDN Cijolang, entah ada angin apa, ahli waris menggugat atas tanah yang sudah diwakafkan. Dan yang kami dengar bahwa persoaln gugatan lahan SDN Cijolang sudah bergulir di Pengadilan Agama Sumedang,” terangnya.**[Dady]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar