Ada Potensi Wisata Air Panas Rasa Garam di Karanglayung

Conggeang, Koran Sumedang
Salahasatu Potensi wisata yang ada di Desa Karanglayung Kacamatan Conggeang yakni Wisata Air panas yang bersumber kaki gunung  Tampomas.
Sebagian warga setempat menyebutnya sirah Ci Uyah. Disebut Ci Uyah karena dari bawah pohon kelapa di pematang sawah itu keluar mata air dengan rasa asin seperti uyah(garam). Selain memiliki rasa asin, air yang keluar juga terasa hangat.
Berlokasi di pesawahan blok Ciseupan Dusun Cimarga Desa Karanglayung.

Menurut Nawari seorang Mahasiswa dari STAI SAS  mengatakan tempat tujuan wisata air panas ini dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dan bisa menggunakan angkutan Umum Sumedang - Buahdua. Dilanjut dengan naik ojeg atau jalan kaki ke wilayah Desa Karanglayung," jelasnya  Rabu,  (15/8).

Dikatakan air paling besar keluar dari sebuah lubang persis di bawah pohon kelapa. "Warga mengalirkan air itu ke sebuah pancuran karena suka dipakai mandi dan berobat bagi yang memiliki penyakit gatal-gatal," jelasnya.

Lokasi air berasa asin ini ada kaki Gunung Tampomas di Blok Seuseupan, Dusun Cimarga, Desa Karanglayung, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. "Oleh warga dimanfaatkan untuk mengobati orang yang sakit gatal-gatal saja dan selebihnya dibuang ke saluran selokan," kata Nawari.

Saluran yang terkena air juga menjadi warna oranye dan tercium sedikit bau besi. "Warga di sini menyebutnya tipeureu (menetes). Air yang keluar dari mata air terasa hangat, tapi kalau yang keluar di pematang sawah dalam bentuk gelembung tak terasa hangat. Hanya saja airnya memang terasa asin," katanya.

Walaupun musim kemarau, air tetap keluar dan hangat. "Saat kemarau air tetap ada dan panasnya tetap saja hangat," katanya.

Sumber mata air asin ini berjarak 1 km dari jalan raya Conggeang-Buahdua. Masuk ke jalan Desa Karanglayung dan naik pematang sawah yang berjarak 50 meter. Lokasi Ci Uyah ini sekitar 2 km sebelum sumber air panas atau Cipanas, Cileungsing, Conggeang. "Dulu sempat ada yang datang, kulitnya putih, bule bawa peralatan, tapi tak datang lagi," jelasnya.

Selain mandi untuk obat gatal, warga juga memanfaatkan untuk memberi minum sapi. "Warga yang memiliki sapi, biasanya mengambil dengan ember dan airnya diminumkan ke sapi," katanya.

Sementara menurut Camat Conggeang  Bambang Kustiantoro  mengaku objek wisata air panas  di Dusun  cimarga  berpotensi mendatangkan Pendapatan  Asli  Daerah (PAD). Maka pihak  pemerintah  desa terus berupaya menarik  wisatawan supaya  dapat berkunjung kesana.

"pihak  pemerintahan  desa terus berupaya  memeperbaiki sarana dan prasarana di objek wisata  tersebut  bahkan  baru baru ini dengan dana Desa melakukan  penataan  di tempat tersebut." jelas Camat (F. Arif)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar