Disbudparpora Sumedang Dengan Tim Arkeolog Jabar Teliti Situs Batarai di Desa Mekarjaya

Kota, KORAN SUMEDANG
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang dan Tim Arkeolog Provinsi Jawa Barat mendatangi Situs Batarai yang terletak di Blok Pangaduan Hayam, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara untuk diteliti.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan pada Disbudparpora Sumedang, Ade Rohana mengatakan, setelah mendapatkan informasi akan penggalian secara mandiri yang dilakukan oleh warga setempat beberapa waktu lalu. Pihaknya berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat Provinsi untuk sesegera mungkin mengamati temuan situs yang berada di ketinggian 750 DPL tersebut.

"Sebenarnya kita sudah mengetahui mengenai situs ini dua tahun lalu, namun belum ada laporan dari desa pihaknya. Dan setelah muncul dibeberapa Media massa atau online, maka kami mengerahkan staf kebudayaan, kasi sejarah kasi kesenian untuk meninjau langsung ke lapangan," tuturnya saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi situs, Selasa (7/8)

Dikatakan Ade, pihaknya bersama Pemerintah Desa Mekarjaya telah merekomendasikan ke dinas terkait di provinsi Jawa Barat, diantaranya Balai Arkeologi Jabar, Balai Pelestarian Peninggalan Cagar Budaya Jabar hingga Balai Pelestarian Budaya Banten.

"Ini merupakan langkah awal yang sangat baik, karena ini kewajiban pemerintah untuk kemudian dilakukan kajian ilmiah dan kajian teknis. Kita juga apresiasi dari pihak desa, dengan melakukan pembersihan. Bahkan kata pa KAUR bulan depan akses jalan akan diaspal melalui anggaran desa,"ucapnya

Ade juga mengatakan, saat ini situs Batarai dalam tahap pengamatan lebih lanjut. Mungkin pemerintah pusat tidak semata-mata menganggarkan untuk desa untuk diberdayakan semaksimal mungkin.

"Untuk cagar budaya ini dilindungi oleh UU No.11 tahun 2010, kata Pa KAUR kedepan situs ini akan menjadi objek wisata. Namun dalam undang undang itu ada tiga kata kunci untuk sebuah cagar budaya, satu perlindungan, dua pengembangan, ketiga dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," sebutnya.

Ade menambahkan, kedepan jika situs tersebut akan diproyeksikan sebagai tempat wisata harus memperhatikan beberapa aspek tertentu.

"Mudah-mudahan ada pengembangan, meskipun nanti terbatas prosesnya. Jadi apabila dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, harus ada radius tertentu, jadi tidak boleh ada pembangunan fisik  baru di zona tersebut," pungkasnya

Ditempat yang sama Ketua Tim Balai Arkeologi Jawa Barat, Octaviadi Abrianto menerangkan, setelah beberapa jam mengamati situs itu, dapat disimpulkan bahwa situs Batarai merupakan bangunan pertahanan untuk menyimpan senjata berat yang mengarah ke arah Sumedang bagian selatan dan arah barat

"Kalau dilihat dari konstruksi batu dan semen tanpa atap, ini merupakan bangunan terbuka. Kita akan terus mengamati selama beberapa hari, karena hari ini hanya orientasi untuk pemetaan gambar dan denah lokasi menggunakan bantuan drone untuk melihat pondasinya seperti apa," tuturnya

Sementara berdasarkan informasi yang digali dari warga setempat, lanjutnya, bangunan ini dibangun pada awal abad 20 oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1917-1920. Konon katanya, bangunan bergaya kontemporer ini hampir serupa dan sejalan dengan benteng yang ada di Taman Hutan Raya Gunung Kunci.

"Kami belum tau pasti seberapa besar bangunan ini, karena luasan per meter perseginya kita belum tau. Memang bukan bangunan besar seperti benteng lainnya, hanya saja ini merupakan pos pos dengan ukuran besar yang letaknya di ketinggian bukit. Dan kita memerlukan penelitian lebih lanjut,"pungkasnya. ** Acep Shandy
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar