Pasang Iklan Di Media Cetak Bacaleg dari PKS Terancam Pidana

Kota, KORAN SUMEDANG
Dua pasangan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yaitu Ridwan Solichin dan Ridho Budiman Utama terancam sangsi Pidana. Hal tersebut dikatakan oleh, Divisi Penindakan Pelanggaran pada Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Sumedang, Ade Sunarya S.pd, M.Pd melalui Pelaksana Divisi Penindakan Pelanggaran Dimas A Nugraha SH dan Nurhady Gemilang SH bahwa, kedua Bacaleg tersebut tidak mengindahkan surat himbauan yang sudah dilayangkan Panwaslu ke semua Partai Politik di Kabupaten Sumedang.

"Pihak Panwaslu kan sudah mengirimkan surat Himbauan No 17/V11/2018 Tanggal 26 Juli 2018 dan berdasarkan hasil rapat pleno tanggal 1 Agustus 2018 yang menyatakan larangan segala bentuk iklan di media massa yang menampilkan unsur citra diri seperti nomor, identitas parpol, ajakan, dan visi misi, sebelum waktu yang sudah ditetapkan," tuturnya saat dikonfirmasi Korsum diruang kerjanya, Kamis (2/8).

Lebih lanjut Dimas menegaskan, untuk jadwal kampanye sudah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum sebagaimana tertuang dalam Lampiran Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tahapan, Program, Dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 dijelaskan kampanye calon anggota DPR, DPD DAN DPRD serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diawali Tanggal 23 September 2018 dan berakhir tanggal 13 April 2019.

"Untuk sangsi pidananya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 ayat (2) berbunyi. Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kamparye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten Kota untuk setiap Peserta Pemilu sebagaimana, dipidana dengan pidana kunrngan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp.12.000.000,00," tegasnya.

Panwaslu juga menambahkan, pihaknya sudah memperingatkan Sdr. Ridwan Solichin dan Sdr. Ir. Ridho Budiman untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali. Dengan melayangkan surat teguran langsung ke PKS. 

"Nanti setelah kita kasih peringatkan dan apabila yang bersangkutan masih memasang iklannya. Maka akan kita akan proses sesuai dengan perundang undangan yang berlaku. Dan untuk media cetaknya kita akan mengkaji dan berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi," pungkasnya ** Acep Shandy
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar