Pondok Pesantren Diharapkan Jadi Pelopor Revolusi Ekonomi Santripreneur

Kota, KORAN SUMEDANG
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IPI Provinsi Jawa Barat, Drs. KH. M. Abdurrozaq L. Muftiy, SQ.MA, mengatakan, Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), dibentuk sebagai upaya dalam mencetak santri yang berjiwa entrepreneur.

Menurut Rozak, kedepannya para pengurus DPC IPI Sumedang akan melakukan pendataan ke setiap pondok pesantren untuk dimasukan menjadi anggota IPI.

"Nantinya kita akan membuka balai latihan kerja bagi para santri supaya mereka mampu menjadi para pelaku ekonomi kreatif," katanya usai pelantikan pengurus cabang dan pengurus anak cabang IPI se-Kabupaten Sumedang, Kamis (1/8) di Kantor Sekretariat IPI Cabang Sumedang, Aula Pasar Semi Modern Sumedang.
Dengan demikian, kata Rozak, perekonomian di setiap pondok pesantren akan maju. Dan bukan hanya itu, untuk masalah perizinan usaha pun pihaknya akan memperjuangkan hingga tuntas. "Kita akan melobi kepada pemerintah untuk setiap perizinan usaha yang dibangun para anggota IPI," tuturnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan DPC dan PAC IPI Sumedang, kata Rozak, diharapkan dapat menjadi pelopor revolusi ekonomi pesantren melalui Santripreneur.

"IPI sebagai wadah pesantren bukan hanya mengedepankan ukhuwah islamiyah dan jamiyah, tetapi juga ukhuwah waltoniyah yang wajib mengedepankan kebersamaan dalam mengikis habis isu sara serta pelaku sara," tuturnya.

Bahkan, menurit dia, pesantren sebagai basis dakwah siap bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, jujur, dan berwibawa. "Kami siap mengawal amar makruf dan nahyil munkar terhadap setiap pelanggaran peraturan pemerintah," jelasnya.

Sementara Kepala Kemenag Sumedang yang diwakili oleh H. Yayan  mengatakan, perkembangan pondok pesantren saat ini cukup membahagiakan, dimana pemerintah mulai memiliki perhatian kepada pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah tumbuh mengakar di masyarakat untuk mendidik dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada seluruh santri dan atau peserta didiknya.
Dikatakan, pondok pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang menyiapkan anak bangsa sebagai generasi penerus yang sehat dan cerdas sehingga mampu serta proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah dan terus berkembang.

"Kami harap organisasi pondok pesantren dapat mengambil peran sebagai ormas Islam yang dapat mengayomi berbagai kepentingan politik yang ada dan dituntut untuk lebih tepat memposisikan diri di tengah-tengah pertarungan kepentingan dalam pemilihan umum. Pondok pesantren tidak boleh terjebak dalam berbagai rayuan yang hanya menawarkan pada kepentingan jangka pendek, yang kurang menguntungkan bagi pembinaan dan pengembangan masyarakat secara lebih luas," tuturnya.

Yang perlu dicermati, lanjutnya, adalah capaian keberhasilan sebuah ormas tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya kader dalam jaringan kekuasaan. Namun yang terpenting, bagaimana sebuah ormas dapat mengambil posisi yang tepat dan mampu mengembangkan idealisme melalui pengetahuan peta potensi dan mampu mengembangkan idealismenya melalui pengetahuan dan kekuatan yang dimiliki.
Yayan berharap, ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi agar pondok pesantren lebih produktif dalam pembinaan umat secara lebih luas. Umat sangat rindu adanya persatuan dan kesatuan para pemimpin dalam menyikapi berbagai masalah bangsa.

“Jika pun ternyata harus berbeda dalam haluan politik, para pemimpin agama harus memberikan keteladanan yang positif agar umat memiliki sandaran dan panutan yang dapat dijadikan rujukan," pungkas Yayan.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar