Situs Baterai Diteliti Tim Arkeolog Jabar Ini Harapan Pemdes Mekarjaya

Sumut, KORAN SUMEDANG
Kedatangan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang dan Tim Arkeolog Provinsi Jawa Barat ke Situs Batarai yang terletak di Blok Pangaduan Hayam, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara. Mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Desa Mekarjaya.

Seperti dikatakan oleh Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana bahwa, dengan kedatangan tim arkeolog dari Provinsi Jawa Barat tentu, pihaknya sangat bersyukur karena misteri yg selama ini tertutup mungkin akan segera terbuka baik dari fungsi benteng dan tahun pembuatan benteng tersebut.

"Kami juga berharap dengan adanya team arkeolog yang tentunya pengalaman mengenai peninggalan sejarah, serta didukung dengan alat tertentu dapat menemukan bangunan bangunan lain yg mungkin masih terkubur,"tuturnya pada Korsum melalui sambungan teleponnya, Rabu (8/8).

Selain itu Dudung juga berharap, kedepannya Pemerintah Daerah dalam hal ini Disbudparpora Sumedang untuk membantu penataan dan pembangunan situs tersebut. Karena selama ini penggalian situs tersebut bisa dilakukan dengan anggaran Dana Desa.

"Harapan kita tentunya pemkab sumedang mau turut serta memperhatikan situs tersebut. Karena ini merupakan warisan kebudayaan yang harus dilestarikan. Di sisi lain kami sangat berterima kasih terhadap seluruh stukholder terutama rekan rekan media sehingga berita penemuan dan penggalian situs jadi viral sehingga tercium team arkeolog," pungkasnya

Sementara sebelumnya Ketua Tim Balai Arkeologi Jawa Barat, Octaviadi Abrianto menerangkan, setelah beberapa jam mengamati situs itu, dapat disimpulkan bahwa situs Batarai merupakan bangunan pertahanan untuk menyimpan senjata berat yang mengarah ke arah Sumedang bagian selatan dan arah barat

"Kalau dilihat dari konstruksi batu dan semen tanpa atap, ini merupakan bangunan terbuka. Kita akan terus mengamati selama beberapa hari, karena hari ini hanya orientasi untuk pemetaan gambar dan denah lokasi menggunakan bantuan drone untuk melihat pondasinya seperti apa," tuturnya

Sementara berdasarkan informasi yang digali dari warga setempat, lanjutnya, bangunan ini dibangun pada awal abad 20 oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1917-1920. Konon katanya, bangunan bergaya kontemporer ini hampir serupa dan sejalan dengan benteng yang ada di Taman Hutan Raya Gunung Kunci.

"Kami belum tau pasti seberapa besar bangunan ini, karena luasan per meter perseginya kita belum tau. Memang bukan bangunan besar seperti benteng lainnya, hanya saja ini merupakan pos pos dengan ukuran besar yang letaknya di ketinggian bukit. Dan kita memerlukan penelitian lebih lanjut," pungkasnya. ** Acep Shandy
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar