Bendungan Jatigede Surut Wisata Sepi Pengunjung

Jatigede, KORAN SUMEDANG

Surutnya air Bendungan Jatigede membawa dampak terhadap sejumlah objek wisata yang tersebar di sekeliling bendungan raksasa tersebut. Para wisatawan yang berkunjung kesana merasa penasaran, lantaran ingin melihat dari dekat seputaran pantai bendungan itu.
Sekeliling pinggir bendungan yang semula menyatu antara air pantai dengan beberapa tumbuhan, sekarang terpisah oleh genangan lumpur bercampur pasir. Panjang antara genangan lumpur bercampur pasir dengan air pantai bendungan bervariatif.  “Rasa penasaran aja, ingin melihat langsung sejauhmana bentuk bendungan kalau airnya surut,” kata sejumlah pengunjung ke Wisata Bendungan Jatigede.
Sebagian para pengunjung itu hanya melihat pemandangan ke arah bawah dari lokasi ketinggian atau dari jarak kejauhan. “Takutnya kalau dekat-dekat ke pantai, tak sengaja menginjak lumpur bercampur pasir,” kata pengunjung lainnya. Sebagian warung di lokasi ketinggian masih tetap bertahan buka untuk melayani para konsumen dan sebagian lainnya memilih tutup.
Seorang warga setempat, Iki menyebutkan, sebagian para pengunjung itu lebih memilih memandang alam Bendungan Jatigede itu sambil berlalu di atas kendaraannya. “Kalau hanya turun sebentar, paling untuk selfie-selfie doang terus pergi lagi,” kata dia. Namun di antaranya masih menikmati pemandangan itu sembari singgah berkumpul di sejumlah warung milik para pedagang.
Camat Jatigede H. Sahna menjelaskan, ketinggian genangan air Bendungan Jatigede saat ini tercatat 242 meter dari permukaan laut (DPL). Jika dibandingkan sekitar satu bulan lalu, ketinggian genangan airnya tercatat 252 meter DPL. “Sehingga jika dibandingkan satu bulan lalu, surut airnya sekarang sekitar 10 meter DPL. Maksimal ketinggian genangan air Bendungan Jatigede mencapai 262 meter DPL.,” jelas camat.
Dia menambahkan, dampak dari surutnya air bendungan dimaksud, sejumlah perahu di seputaran lokasi wisata terpaksa tidak bisa beroperasi. Sejumlah titik darmaga yang menjadi terminal perahu wisata, sekarang menjadi tempat lumpur bercampur pasir.
Dampaknya jelas menurun ke wisata yang ada hubungannya dengan perahu. Tapi selain itu tidak ada dampaknya ke wisata-wisata di Bendungan Jatigede,” terangnya.**[F. Arif]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar