Gebrakan 100 Hari Pertama Bupati Terpilih


Kota, Koran Sumedang
Gebrakan program 100 hari pertama Doamu-Esa dalam rangka akselerasi visi yaitu terwujudnya masyarakat Sumedang yang sejahtera, agamis, maju, prefesional dan kreatif (Simpati) tahun 2023.
Bupati terpilih H. Dony Ahmad Munir kepada wartawan koran ini  menuturkan, dalam gebrakan 100 pertama  mengkonsep 5 misi  yang tertuang dalam 15 kegiatan. Pertama, kata dia, misi 1 sejahtera yakni Soft Launching aplikasi Literasi Sosial dan Perdesaan Kabupaten Sumedang.
Disebutkan, sebuah platform digital untuk menyiapkan databace dalam rangka pembangunan rumah besar penanganan masalah sosial. Aplikasi ini terintegrasi dengan perpustakaan digital perdesaan dan literasi sosial.
“Biaya, akan dikembangkan melalui skema Corporate Share Values (CSV) dan Prevate oBuplik Partneship (PPP). Pembangunan aplikasi penyedia dan teknologi disiapkan swata (Aksaramaya),” ujarnya.
Terbangunnya satu aplikasi dan tersajinya data dasar permasalahan sosial secara digital yang terintegrasi dengan perpustakaan digital, data perdesaan digital serta literasi digital miminal mencakup 50% desa dari 26 kecamatan.
Studi kelayakan kawasan perkotaan Jatinangor lanjutnya, yakni melanjutkan studi kelayakan kawasan Jatinangor dalam wilayah Kabupaten Sumedang sesuai PP no 34 tahun 2009 tentang pengelolaan kawasan perkotaan.
“Dikembangkan melalui Corporate Share Values (CSV) dan Corporate Sosial Responsibility (CSR). Dilaksanakan oleh perguruan tinggi seperti IPDN, UMPAD dan ITB sehingga tersedianya nahkah akademik pembangunan kawasan perkotaan Jatinangor,” sebutnya.
Disamping itu, pemasang Wifi di sekolah dan tempat strategis. Kegiatan ini untuk memberi akses jaringan internet kepada anak sekolah dan masyarakat sehingga lebih mudah berinteraksi secara digital. Tersedianya jaringan internet di 29 sekolah percontohan dan 26 tempat strategi di 26 kecamatan.
Misi kedua agamis, lanjutnya, yakni gerakan Magrib Mengaji. Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi dan diseminasi Magrib Mangaji diseluruh sekolah di 280 desa dan 26 kecamatan. Dikembangkan melalui partipasi masyarakat dan dunia usaha.
“Tak hanya itu, gerakan Jumat Berkah yaitu pimpinan wilayah secara jengjang pemerintah di 29 kecamatan melaksanakan sholat Jumat ditengah-tengah masyarakat sekaligus bersiturahmi,” ujarnya.**[yf saefudin]
  
  

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar