Jelang Pileg dan Pilpres 2019 Polres Sumedang dan Kodim 0610 Gelar Apel Gabungan

Kota, KORAN SUMEDANG
Sekitar 1.000 personil dari unsur TNI dan Polri serta Unsur Pemerintah Daerah (Pemda), KPU, Bawaslu dan unsur lainnya, melaksanakan Apel gabungan dalam rangka Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Lodaya jelang Pemilu 2019 di Alun alun Sumedang, Rabu (19/9).

Menurut Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menuturkan, pada apel gabungan ini dilakukan pengecekan kesiapan personil TNI-Polri dalam pengamanan disetiap tahapan Pemilu guna tercipta situasi aman lancar dan damai.

"Dan kegiatan ini juga dilaksanakan pula pembacaan deklarasi Pileg dan Pilpres 2019 yang Aman, Damai serta Sejuk oleh 4 Pilar yakni, Babinsa, Babinkamtibmas, Pemerintahan Desa dan Bintara Pengumpul Bahan Keterengan (Bapulbaket)," tuturnya pada sejumlah awak media.

Lebih lanjut Kapolres Mengatakan, sesuai arahan dari Kapolri Jendral Tito Karnavian, bahwa TNI-Polri harus solid bekerja sama serta bersinergi untuk menyukseskan Pemilu serentak 2019. Dan untuk itu semua petugas harus siap menjaga keamanan Pemilu serentak 2019.

"Polri dan TNI merupakan dua unsur yang tidak punya hak politik sehingga, jadi tumpuan masyarakat dalam mewujudkan demokrasi sehat, kompetitif dan aman. Dan kami memiliki tanggungjawab besar dalam proses kontestasi demokrasi," ujarnya

Kapolres meminta kepada anggotanya untuk mengedepankan langkah-langkah proaktif dan preventif dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Selain itu juga harus  menjungjung netralitas dan kemudian bila terjadi kendala lakukan tindakan secara proporsional tidak berlebihan yang justru kontraproduktif.

"Pemilu 2019 harus berlangsung aman, damai, lancar, kompetensi sehat dan tidak boleh mengorbankan konflik yang menyebabkan perpecahan dan kesatuan bangsa," pungkasnya

Ditempat yang sama, Dandim 0610 Sumedang yang juga Dansub Garnisun TNI wilayah Sumedang, Letkol Arm I Made Mertha Yassa mengatakan, TNI telah menyiapkan personil sesuai jumlah yang dibutuhkan dalam pengamanan Pemilu serentak 2019.

"Jumlah personil Kodim 0610 yang disiapkan sekira 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau setara dengan 200 prajurit TNI namun, semua komando kita serahkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.

Dalam perhelatan Pemilu 2019, lanjutnya, selain babinkamtibmas, babinsa, kepala desa dan pengumpul bahan keterangan di lapangan peran ulama di wilayah pun menjadi ujung tombak dalam menjaga Sitkamtibmas yang kondusif.

"Dan yang perlu kita tegaskan semua personil harus siap menjaga kondusifitas Pemilu 2019. Dan saya juga ingatkan kepada para wasit dalam pemilu 2019 harus netral dan tidak ada keberpihakan," pungkasnya ** [Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar