Pusing Tujuh Keliling, Dana BOS ‘Molor’



Tanjungkerta, Koran Sumedang
Sudah tiga bulan terakhir ini, dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) molor tak cair-cair, sementara kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. Seperti  dialami SMPN 1 Tanjungkerta yang sejauh ini katanya belum terima dana BOS  hingga membuat penyenggara pendidikan yakni guru dan Kepsek pusing tujuh keliling.
Yang paling dipusingkan, biaya operasional sekolah kosong molongpong tapi kegiatan harus tetap berjalan tidak boleh berhenti. Alternatif lain, pihak sekolah harus gudar-gedor mencari dana talang sambil menunggu BOS cair. Namun sampai dana talang habis, dana BOS pun tetap molor.
 “Meskipun tidak ada biaya,  tetap harus dikerjakan dan harus diselesaikan terutama untuk honor guru sukwan sedangkan sekolah tak punya lagi dana talang untuk menggalang kebutuhan sekolah,” ujar Dadang Sumpena, Kepsek SMPN 1 Tanjungkerta, di kantornya, Selasa (4/9).
Pusingnya Kepala Sekolah dirasakan juga Iis Bendara sekolah itu. pihaknya mengaku prihatin dengan dana BOS yang tak cair-cair sementara kebutuhan operasional sekolah harus terpenuhi sehingga sudah banyak pengeluaran yang berasal dari dana talang. Namun jika terus menerus maka dana talang pun habis juga.
“Uang kas sekolah sudah habis dan kini tinggal catatan diperuntukan kegiatan sekolah termasuk honor guru sukwan. Sehingga kami berharap kepada pemerintah agar mendorong dana BOS itu segera dicairkan,” keluhnya.**[indang]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar