Rencana Penertiban PKL Jalan Tampomas Hiwapa Tegaskan Tunggu Hasil Gugatannya Ke Pihak Berwajib

 Kota, KORAN SUMEDANG

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di Jalan Tampomas, yang tergabung dalam Himpunan Warga Pasar (Hiwapa) mengkritisi rencana dari pemerintah yang akan menertibkan para PKL ke Pasar Sandang. Hiwapa juga mengkritisi rencana pihak pengembang pasar Sandang PT. Bangun Jaya Allia (BJA) yang akan menggratiskan 140 los pasar sandang Sumedang kepada para pedagang di sekitar Jalan Tampomas.
Hal tersebut, diungkapkan Ketua Hiwapa Sumedang, Asep Rohmat, bahwa pihaknya sudah mendapatkan surat edaran tentang himabuan penertiban PKL jalan Tampomas. Akan tetapi, terbitnya surat tersebut hanya sepihak tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada warga pasar.
“Kita menerima surat himabuan tersebut. Tapi alangkah baiknya kalau sebelum edaran tersebut terbit kita dimusyawarahkan dulu dengan pihak terkait, seperti Dinas Koperasi, Perdagang dan Usaha Kecil Menengah serta DPRD. Dan si surat tersebut juga tidak ada batas waktunya,” tuturnya, pada Korsum, Jumat (30/8), usai melakukan musyawarah dengan para PKL di Sekretariat Hiwapa.
Asep menegaskan, pihaknya akan bersedia pindah apabila semua gugatannya ke beberapa pihak berwenang sudah ditindaklanjuti dan menjadi produk hukum.
“Kita sudah lama mengajukan gugatan terkait pasar sandang ke Polres Sumedang, Kejari sumedang dan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan hingga saat ini belum ada progres bagaimana gugatannya tersebut,” ucapnya.
Asep juga menanggapi mengenai adanya rencana PT. BJA sebagai pihak pengembang pasar akan menggratiskan beberapa lapak pasar. "Pemindahan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di ruas jalan Tampomas ke los pasar sandang adalah perkara yang mudah. Namun sebelum dipindahkan harus tercipta dulu suasana clean and clear," katanya kepada wartawan, usai menggelar rapat dengan para pedagang lainnya, Jum'at petang (31/8).
Asep menuturkan, ia sudah berkali-kali mempertanyakan kejelasan tentang masalah tersebut. Namun sampai saat ini, pihaknya sama sekali belum mendapat jawaban, sebab sebelumnya pihaknya juga sempat mendatangi kantor KPK di Jakarta, namun hasilnya tetap sama belum ada putusan. "Gugatan kan belum ingkrah,  karena ini berkaitan dengan permasalahan pedagang kaki lima yang berada di Jalan Tampomas, bahkan yang menggugat juga bagian dari Hiwapa. Selain itu kita juga akan mempertanyakan perkembangan kasus tersebut ke Polres Sumedang," ujarnya.
Oleh sebab itu, jika semua unsur baik dari Pemda maupun pengembang menghendaki, agar para pedagang harus pindah ke los pasar sandang. Alangkah baiknya jika dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama Hiwapa, karena menurut Asep pernyataan tersebut dinilai sepihak.
"Dalam hal ini, Pemerintah harus memahami para PKL, harus ada kejelasan hukum,  jangan sampai kita dipindahkan kesana, tapi belum ada kejelasan hukum. Karena setelah ada pernyataan dari pengembang, seolah saya telah menyepakati pernyataan itu. Padahal saya sebagai ketua pengurus disini tidak ada pembicaraan seperti itu ke semua anggota, jadi jangan sembarang menyampaikan informasi," pungkasnya.**[Acep shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar