Wakil Ketua PHRI Kabupaten Sumedang, Riki Fazri Sujana Soroti Ekonomi Dan Lapangan Kerja


Kota, KORAN SUMEDANG
Wakil Ketua PHRI Kabupaten Sumedang, Riki Fazri Sujana, menyebutkan, ada tiga isu strategis di Sumedang yang menjadi sorotan dia. Antara lain, ekonomi kerakyatan, sektor pariwisata dan perumahan rakyat.
"Jika bicara soal ekonomi kerakyatan, tentu kaitannya dengan masalah pemberdayaannya itu sendiri," kata pria berkacamata yang nyaleg dari Partai NasDem itu menuturkan kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/8).
Menurut dia,  ada dua domain yang berbeda pada masyarakat, ada kelas pekerja dan ada kelas pengusaha. "Bagai mana kedua kelas masyarakat ini dengan plasi yang akan kita bawa di parlemen nanti,  bisa meningkat kesejahteraannya," kata dia.
Untuk masyarajat kelas pekerja, kata Riki, dengan ruang insvestasi yang akan dibuka,  bagaimana caranya agar masyarakat Sumedang ini, mendapatkan prioritas utama. "Karena kelas pekerja itu terbagi dua, ada yang teredukasi dan ada juga yang tidak meredukasi," katanya.
Intinya,  jangan hanya menjadi penonton saja, tetapi harus menjadi pemain utama. "Bagaimana posisi maksimal pada saat ada investasi masuk, posisioning dominan,  diperuntukan untuk pekerja asal Sumedang.
Sedangkan kelas pengusaha,  lanjut dia,  terbagi ke dalam dua kategori. Pengusaha kelas kecil dan pengusaha kelas menengah. "Permasalahannya, bagaimana caranya parlemen bisa mengendors beberapa program bagi peningkatan pengusaha di Sumedang," katanya.
Misalnya memperkuat pola - pola kemitraan dengan perbankan atau  memoerkuat pola - pola CSR pendidikan dengan perusahaan- perusahaan besar. "Sebenarnya ada beberapa perusahaan yang siap memberikan bantuan program untuk penguatan itu tadi,"  jelasnya.
Bahkan, Riki juga memberikan contoh sejumlah industri rumahan yang mendapat bantuan modal swasta. "Misalnya di Conggeang, sejumlah pengusaha Opak Oded mendapat bantuan dari swasta," ujarnya.
Masalahnya, kata Riki, bagaimana peran legislasi dengan anggaran yang terbatas dapat melakukan inisiasi dan intermediasi dengan beberapa perusahaan, untuk mendongkrak dari sisi kewirausahaannya.
"Kita tidak bicara lagi anggaran, karena anggaran sudah kita ketahui hanya segitu - gitunya," ujar dia.**[F. Arif]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar