APDESI Sumedang Keluhkan Penyaluran BPNT

Kota, KORAN SUMEDANG
Para Kepala Desa di Kabupaten Sumedang, mengeluhkan penyaluran dan penunjukan BRI LINK pada Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pasalnya selain tidak tepat sasaran, program tersebut tidak ada sosialisasi terhadap pihak Desa baik BRI maupun Dinas Sosial ( Dinsos) Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) APDESI Kecamatan Jatinangor yang juga Kepala Desa Cikeruh, Ii Jai menyebutkan, pihaknya tidak pernah dilibatkan mengenai akan adanya program BPNT ke Desa. Akibatnya muncul permasalahan seperti ada penerima bantuan yang sudah meninggal. Bahkan ada yang sebelumnya menerima bantuan PKH dan Raskin tidak mendapatkan program tersebut.

"Seharusnya dari Dinas Sosial itu terjun langsung ke Desa. Kan ada RT RW yang tentunya tahu permasalahan. Mana yang layak mendapatkan bantuan atau tidak mendapatkan bantuan," tegasnya pada Korsum, di Gedung IPP Setda Sumedang, Rabu (31/10).

Seharusnya lanjut Ii Jai, sebelum menggulirkan bantuan, dari Dinsos terjun langsung ke masyarakat. Karena pihak desa pasti sangat mengetahui kondisi masyarakatnya.

"Kita berharap agar data penerima BPNT direvisi ulang. Agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. Karena kalau terjadi gejolak dimasyarakat pastinya pihak Desa yang selalu disalahkan," pungkasnya

Hal senada dikatakan oleh DPK Apdesi Kecamatan Tanjungkerta, Dudun bahwa, pihaknya sangat menyesalkan penunjukan BRI LINK yang dilakukan oleh BRI Cabang Sumedang. Pasalnya tanpa ada tidak ada kordinasi ke pihak Desa, dan malah menunjuk BRI LINK yang sudah ada di BRI.

"Kan di Desa sekarang sudah ada BUMDES, kenapa tidak dilibatkan. Kan seharusnya BRI yang menyalurkan, bukan untuk menentukan. Kenapa tidak sosialisasi terlebih dahulu, dan akan lebih efektif kalau BUMDES dilibatkan. Jangan main ambil keputusan saja," keluhnya

Dudun berharap, pemerintah cepat tanggap mengenai keluhan dari pemerintah Desa. Karena jika ada bantuan dari pemerintah dan tidak tepat sasaran. Tetap saja desa yang jadi sasaran masyarakat.

"Intinya kita para kepala Desa berharap, pemerintah terjun langsung ke masyarakat. Masa bantuan BPNT sekarang ada masyarakat yang meninggal masih dapat. Terus ada juga yang sebelumnya mendapatkan Raskin, sekarang tidak dapat bantuan BPNT. Dan yang penting sosialisasi terlebih dahulu baik ke pemerintah desa dan masyarakat," pungkasnya ** [Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar