Bendera Mirip Milik HTI Warnai Kemeriahan HSN di Sumedang

Kota, KORAN SUMEDANG
Peringatan hari santri nasional (HSN) tingkat kabupaten Sumedang tahun 2018 yang dimeriahkan ribuan santri. Diwarnai aksi sekelompok pemuda/pemudi yang mengibarkan bendera putih bertuliskan kalimat tauhid dengan warna hitam.

Dikonfirmasi akan hal tersebut Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PCNU Sumedang, Jandri Ginting, mengatakan, dirinya mendapat informasi dari salah seorang anggota Banser yang melihat adanya sekelompok orang yang membawa bendera Panji Rasulullah. Sehingga mereka beranggapan bahwa para gerombolan itu adalah kelompok HTI yang jelas-jelas sudah dilarang di Indonesia.

"Kalau bukti atribut itu sama sekali tidak ada, hanya saja mereka membawa bendera itu. Kita tidak menuding bahwa mereka itu adalah anggota HTI, hanya saja bendera itu identik dengan HTI," tuturnya pada sejumlah awak media, Sumedang di sela kegiatan HSN di Gedung IPP Setda Sumedang, Senin (22/10)

Selain itu lanjut Jandri, panitia juga curiga dengan alasan mereka yang tidak mengatasnamakan pondok pesantren ditambah membawa bendera itu. Sehingga dirinya khawatir hal ini akan menjadi kejadian yang tidak diinginkan.

"Sebetulnya kita tidak melarang, karena ini momennya semua santri serentak secara nasional. Hanya saja kita menyangkan atribut yang dibawa ternyata yang seperti itu, kan dalam aturannya dilarang," katanya.

Jandri juga membenarkan, pasca para pemuda pemudi itu meninggalkan Kantor IPP, sempat terjadi keributan. Beruntung hal itu tidak berlangsung lama, lantaran panitia bisa meredam emosi para Banser yang mulai terpancing oleh ulah sekelompok orang tersebut.

"Tadi ada salah seorang dari mereka yang menyebut kata kata kasar yang ditujukan kepada anak-anak Banser. Alhamdulillah kita berhasil lerai supaya tidak terjadi keributan," terangnya.

Pantauan Korsum dilapangan, sekelompok pemuda tersebut sempat diamankan untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan. Dan
Panitia HSN pun mencoba berkomunikasi secara persuasif untuk mengkonfirmasi asal muasal para pemuda/i itu. Diketahui mereka merupakan pemuda majelis ta'lim yang berpartisipasi dalam peringatan HSN, namun sesuai dengan instruksi pusat bahwasanya bendera yang identik dengan HTI dilarang dikibarkan.

"Ini kalimat tauhid Pa, bukan bendera HTI, kami disini ingin ikut hari santri Pa," jawab salah seorang pemuda yang diamankan.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar