Dari 520 yang Terdaftar Hanya 186 Ormas yang Aktif di Kabupaten Sumedang

Kota, KORAN SUMEDANG
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang melakukan validasi jumlah Oraganisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang terdaftar. Hasilnya dari validasi yang dilakukan pada tahun 2017 terhadap 520 Ormas hanya ada 186 Ormas yang aktif sampai 2018.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Yayah Rohayah Atang melalui
Kepala Seksi Ketahanan Masyarakat dan Penanganan Konflik pada Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Dadang JH bahwa, saat ini masih melakukan validasi atas jumlah Ormas yang aktif di Kabupaten Sumedang.

"Pada tahun 2016 terdaftar ada 520 Ormas, dan setelah dilakukan validasi pada tahun 2017, ternyata hanya 186 yang aktif. Sedangkan sisanya  143 tidak ditemukan baik sekretariat maupun orangnya. Dan 192 Ormas dipastikan tidak aktif setelah divalidasi," tuturnya saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (26/10).

Lebih lanjut Dadang mengatakan, untuk 186 Ormas yang dinilai aktif saat ini pihaknya masih melakukan validasi kembali selama 12 hari kerja.

"Karena berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 57 Tahun 2017 tentang Sistem Informasi Ormas. Validasi untuk Ormas itu harus dilakukan setiap tahun," tegasnya

Sementara maksud dan tujuan dilakukannya validasi, lanjutnya lagi yaitu, pihaknya ingin mendata keberadaan ormas yang ada di Kabupaten Sumedang. Karena Ormas harus dibina oleh Pemerintah Daerah dan dalam hal ini yaitu Kesbangpol.

"Jadi kita sangat penting untuk mengetahui berapa jumlah Ormas yang aktif, makanya dilakukan validasi. Dan data best ormas itu harus betul betul, karena itu menjadi dasar bagi Kesbangpol apabila ditanya oleh pimpinan baik Bupati, Kesbangpol Jawa Barat dan  Departemen Dalam Negeri (Depdagri), data tersebut yang akan kami berikan," ucapnya

Dadang juga menegaskan, dengan validasi tersebut juga bisa meminimalisir ormas liar atau tidak terdaftar di Kesbangpol. Karena untuk dasar hukum Ormas  Itu sudah jelas diatur dalam Undang undang Ni. 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

"Jadi masyarakat apabila nanti kedatangan ormas, diharapkan menanyakan dulu sejauh mana posisi ormas tersebut. Dan untuk ormas sendiri juga dihimbau juga bisa melaporkan diri ke Kesbangpol. Supaya sistem informasi, data best jelas. Selain harus diawasi, Ormas juga wajib melaporkan semua kegiatannya setiap 6 bulan sekali. Apapun bentuk kegiatannya," pungkasnya ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar