Diskusi Kemasyarakatan BEM Unpad dengan Dishub Sumedang dalam Rangka Cipta Kondisi Penyelenggaraan Parkir di Kecamatan Jatinangor

Jatinangor, KORAN SUMEDANG
Sebanyak 50 titik parkir yang tersebar di wilayah Kecamatan Jatinangor, sudah diberikan pembinaan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dishub, Surrys Laksana Putra, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Parkir pada Dishub Sumedang, Gugun Nugraha mengatakan, sesuai dengan tufoksinya dalam pengawasan dan pengendalian parkir. Pada wilayah jatinangor, Dishub sudah bermitra dengan salah satu koperasi juru parkir dalam pengelolaan manajemen juru parkir di bahu jalan sekitar Kecamatan Jatinangor.

"Sudah tercatat sekitar 50 titik parkir di jatinangor yg sudah diberikan pembinaan dan pengawasan oleh Dishub,  walaupun hal tersebut belum sepenuhnya optimal sesuai kondisi ideal yg diharapkan. Untuk itu kami
mengajak semua elemen masyarakat utk berpartisipasi aktif dalam cipta kondisi kenyamanan dan ketertiban umum sebagai dampak penyelenggaraan parkir," tuturnya usai menjadi Narasumber pada Kegiatan Diskusi Kemasyarakatan (Diskas) dengan Topik Legalitas dan Keamanan Parkir di Kecamatan Jatinangor yang diadakan BEM UNPAD, Rabu (10/10).

Lebih lanjut, Gugun mengatakan, tujuan kemitraan tersebut yaitu untuk melaksanakan pembinaan,  secara intensif kepada juru parkir,  guna menghindari ekses premanisme, Memanusiakan juru parkir dengan pemberian asuransi kecelakaan jukir yg disediakan oleh juru parkir, Perwujudan sinergi positif antara Dishub Sumedang, Muspika jatinangor dan mitra kerja dishub dalam bidang parkir,  guna cipta kondisi trantibum masyarakat dan ketertiban dan kelancaran lalulintas.

"Kita optimis dengan kita ciptakan sinergi positif dari semua elemen masyarakat, insyaallah akan tercipta ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat," ucapnya

Gugun juga menambahkan, pungli parkir dan premanisme masih menjadi PR besar bagi Dishub Sumedang. Hal tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha semaksimal mungkin cipta kondisi ideal di masyarakat akibat parkir,  walaupun dengan segala keterbatasan sarana prasarana yg tersedia.

" Untuk itu kita menghimbau kepada warga masyarakat jika terjadi praktik premanisme akibat parkir. Segera laporkan kepada kami, dan itu sebagai dasar tindak lanjut kami dalam membina,  mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan parkir dimaksud. Alasan isi perut dan keterbatasan pengetahuan para jukir,  tidak menjadi sebuah pembenaran terjadinya pungli dan premanisme,  jika terjadi hal demikian kami Dishub, Kepolisian dan Satpol PP tidak segan segan untuk menindaknya," tegasnya

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Koperasi Juru Parkir Kecamatan Jatinangor, Asep suryana bahwa, parkir merupakan bidang eksotis di jalanan yg menjadi incaran beberapa orang untuk menggali uang dari sektor tersebut. Keterbatasan pendidikan dan alasan isi perut jadi alasan mereka untuk memungut jasa atas layanan parkir yg diberikan, 

"Untuk itu saya selalu orang jatinangor asli terenyuh dan tergerak untuk mencoba memanusiakan juru parkir, melalui edukasi dan advokasi jukir sehingga mereka mengenal inti dari memberikan jasa pelayanan yg baik sesuai dengan aturan hukum yg berlaku,  tentunya juga pihak koperasi jukir tidak terlepas dari bimbingan dan pembinaan dari dishub sunedang,  unsur muspika kec jatinagor dan semua elemen lainnya," tuturnya

Asep juga menambahkan, ini merupakan langkah baru Dishub Sumedang dalam rangka memberikan pelayanan yg santun kepada Masyarakat khususnya di Kecamatan jatinangor dalam bidang parkir

"Dan tidak lupa saya secara pribadi acungkan jempol untuk bapak kepala seksi parkir yg brani untuk melaksanakan terobosan baru pengelolaan parkir di jatinangor melalui MOU antara dishub dengan koperasi jukir,  dan tak lupa juga terimakasih kami secara lembaga kepada bapak Kadishub dan jajarannya,  serta bapak kapolsek jatinangor beserta jajarannya yg telah ikut serta berpartisipasi aktif dalam rangka cipta kondisi trantribum di wilayah jatinangor," ucapnya

Asep juga berharap bahwa kiprah Dishub di jatinangor ini menjadi sebuah tonggak baru yg akan memberikan hal positif di seluruh wilayah kabupaten sunedang dalam penyelenggaraan parkir.

"Mudah mudahan ini menjadi hal positif dan bisa terus ditingkatkan diseluruh Wilayah Kabupaten Sumedang," pungkasnya** [Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar