Forum Sosialisasi Guna Tangkal Radikalisme

Kota, KORAN SUMEDANG
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persendian dan Statistik (Diskipas) Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar forum sosialisasi dengan tema Stop Radikalisme NKRI Damai di Gedung PUSDAI Islamic Center, Sabtu (27/10).

Menurut Kasubdit Informatika, Komunikasi Pertahanan dan Keamanan pada Kementerian Kominfo, Dikdik Sadika mengatakan, maksud diadakannya forum sosialisasi ini yaitu untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat, khususnya generasi muda tentang bahaya dari paham radikalisme.

"Sekaligus kita juga mencegah penyebaran paham radikalisme yang lebih luas dikalangan masyarakat khususnya para generasi muda. Karena generasi muda merupakan potensi bangsa yang harus kita jaga agar terus mengacu terhadap NKRI," tuturnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Selain itu lanjut Dikdik mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi adanya penyebaran paham radikalisme di media sosial. Karena media sosial itu merupakan tempat arus komunikasi antar generasi muda.

"Kita ingatkan para generasi muda agar mereka memahami segala sesuatu secara positif dan paham paham negatif yang bisa merusak keutuhan NKRI agar bisa mereka bisa hindari. Serta juga menghindari saling benturan antar generasi. Jadi semua media yang bisa kita lakukan untuk menahan penyebaran radikalisme, kita lakukan," pungkasnya

Ditempat yang sama Staf Ahli Bidang Pencegahan pada Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), DR. Muhammad Suaib Tahir, Lc, MA mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini. Karena saat ini ancaman yang begitu berbahaya terhadap seluruh komponen bangsa kita yaitu berkembangnya dan maraknya paham radikalisme.

"Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semuanya. Kita harus sadar bahwa radikalisme itu ancaman bagi semua. Dan kita harus memilki  daya tangkal yang kuat, agar bisa membentengi diri kita dari ancaman radikalisme yang bisa memecah belah keutuhan NKRI," tuturnya

Sementara itu Ketua Dewan Kebudayaan Sumedang, Muhammad Arisandi Bachrum, mengajak masyarakat untuk melawan radikalisme dengan kearifan lokal. Serta masyarakat bisa harus bisa kembali ke empat pilar yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

"Saya menghimbau agar kita bisa kembali ke empat Pilar tadi. Dan untuk masyarakat sumedang kita jaga dengan kearifan lokal yaitu Sing akur jeng dulur salembur urang ngajaga lembur supaya teu guyur," tandasnya.

Sementara itu kepala Diskipas Kabupaten Sumedang, Wowo Sutisna menyambut baik kegiatan yang digagas Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Saya berharap program ini dapat kembali dilakukan di Kabupaten Sumedang, agar bisa menangkal paham radikalisme di masyarakat, khususnya generasi milenia saat ini," pungkasnya ** [Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar