Dikejar Utang, Kades Nanggerang Diduga ‘Tiarap’



Sukasari, Koran Sumedang
Kembali terjadi, kasus yang mendera Desa Citengah Sumedang Selatan hingga kaburnya kades akibat dipicu persoalan utang-piutang beberapa waktu lalu. Kali ini giliran Kades Nanggerang Kecamatan Sukasari yang dipicu persoalan yang sama yakni utang-piutang.
Warga setempat yang tidak disebut namanya, menyebut, sudah hampir sebulan Kades Nanggerang, Amir Hamzah, los kontak sepertinya kabur dan menghilang. Warga menduga, kades Nanggerang sedang tiarap bersembunyi dari kejaran penagih hutang.
“Dipastikan kades itu kabur karena dilaporkan masyarakat kepada Polisi terkait dugaan penyelewengan keuangan. Sebelumnya kades itu super sibuk bermain proyek, bahkan diinternal desa juga kades itu tidak kondusif dengan perangkat desanya,” ungkap dia, Kamis kemarin (8/11).
Hilangnya kades itu, dibenarkan Camat Sukasari, Dase Suheryana. Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/11), camat menyebut sudah layangkan surat panggilan terhadap kades, tapi tidak ada tanggapan. Kecamatan layangkan lagi surat kedua, tapi tetap buntu tak ada tanggapan dari kades.
“Namun jika surat terakhir (ketiga) masih tetap tidak ada tanggapi, maka pihak kecamatan akan kirim surat ke Dinas PMD terkait menghilangnya kades itu. Surat panggilan itu, ingin ada klarifikasi dari kades terutama masalah pelayanan di desa,” tandasnya.
Bila ketiga kali surat itu tidak ditanggapi juga, maka pihak BPD desa tersebut harus menyurati ke kecamatan yang nantinya akan diproses lebih lanjut. Namun diakui camat, selama hilangnya kades, tidak mengganggu  pelayanan di desa.
Pihak kecamatan tidak bisa lakukan pemberhentian kades, karena harus laporkan dulu ke bupati melalui Dinas PMD. Kecamatan pun belum tahu masalah apa yang dilaporkan masyarakat ke Polisi atas kasus kades. Sebab kecamatan tidak menerima surat aduan itu.
“Informasinya soal utang-piutang. Tapi itu pun tidak dengar secara langsung. Meskipun kades tak bisa dihubungi, namun roda pemerintahan desa tak tetap berjalan, sehingga dipastikan kades itu sedang nyumput (bersembungi) karena tandatangan kades itu tetap berjalan,” tutur camat.
Ditegaskan, pihaknya tidak akan teken rekomindasi mengusulkan pencairan dana Siltap sebelum ada klarifikasi semua pihak disaksikan BPD. Hal itu, kata camat, bukan ingi menghambat pencairan Siltap, tapi hanya ingin ada  kejelasan duduk persoalan kades itu.
Ditemui di kantornya, Kamis (8/11) Kades Nanggerang benar tidak ada ditempat. Sementara keterangan beberapa perangkat desa yang ada saat itu  menyebut, sudah lama kades itu menghilang tak masuk kantor dengan alasan tidak jelas.
Meskipun kades lama tak ngantor, pelayanan tidak terganggu. Kata mereka, kasihan masyarakat jika roda pemerintah desa vakum alasan kadesnya tidak ada. Masalah pak kades itu mah tidak tahu, yang tahu pak Sekdes Jajang Rosidin, tapi saat ini sedang ke Inspektorat Sumedang,” ujarnya.**[yf saefudin]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar