Disposal Tol Cisumdawu Disoal

Kota, Koran Sumedang
Pengerjaan proyek disposal fase 2 Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) yang berlokasi di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang menimbulkan permasalahan. Pasalnya  PT. BRJ yang menjadi subcont PT.  MCC yang dianggap telah merugikan pihaknya.

Dirut PT BRJ, Asep Gito Riyadi, menyebutkan sebelumnya BRJ adalah pemegang kuasa dalam pengerjaan proyek disposal fase 2 di Desa Girimukti, dikarenakan berbagai faktor, pengerjaan tersebut diberhentikan sementara sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, seiring waktu berjalan, tiba tiba muncul surat pemberitahuan Nomor: MCC-CISUNDAWU-2017-9-12-1 dari pihak MCC selaku maincont pengerjaaan tol Cisundawu fase 2 kepada pihak Desa Girimukti akan dilaksanakan perapihan disposal, Tetapi lanjut Asep, realita di lapangan pihak MCC pada saat melaksanakan pengerjaan disposal tanpa ada koordinasi dengan pihak BRJ selaku pengelola dan pemilik izin usaha sebagaimana tertera pada perizinan UPL/UKL Nomor 66.01/1209/BLH." tambahnya.

“Dengan adanya kejadian ini, terang Asep, jujur saya kaget dan merasa tertipu dengan kebijakan sepihak PT. MCC Yang melaksanakan kembali proyek disposal yang dibungkus dengan surat pemberitahuan perapihan disposal,”tandasnya.

Dengan kejadian Ini, lanjut Asep,pihaknya akan menggugat PT. MCC untuk membayar sewa disposal kepada PT. BRJ selaku pengelola lahan disposal. Karena selain menimbun di lahan disposalnya, pihak kontraktor tIdak pernah minta izin terhadapnya selaku direktur utama PT.BRJ.

“Tuntutan saya tentunya bukan sekedar minta ganti rugi berupa materi saja, tapi juga akan meminta pertanggung jawaban MCC, jika suatu saat nanti hasil pekerjaan yang mereka laksanakan ini berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, jangan sampai menyalahkan pihak BRJ, meskipun dalam isi perizinan UPL/UKL, pihak BRJ-lah yang bertanggungjawab atas segala dampak lingkungan untuk waktu tujuh tahun kedepan,” pungkasnya.

Sementara Kasat Pol PP Kab. Sumedang, Asep Sudrajat mengatakan, untuk permasalahan PT. MCC dan PT. BRJ saya meyarankan agar dibereskan secara internal mereka, kami hanya berkapasitas untuk memidiasi kedua belah pihak. Namun, Jika ada unsur pidana ya di pidakan saja," kata Asep. Kamis (15/11/218) diruang  kerjanya.

Ditambahkan Asep, kami hanya mengetahui ada Cut and Fill oleh MCC, terlepas adanya subcont yang baru di lokasi tersebut, kami tidak mengetahui adanya pembuangan disposal ke lokasi tersebut, bila memang terbukti seperti itu, kami akan segera untyk menindaklanjutinya dan melakukan penutupan." tegasnya.

Dimintai tanggapannya  ketua LSM Prabu Rahmat Hidayat  mengatakan,  siapapun yang melanggar  aturan  penegak  Perda harus segara turun tangan. "Seharusnya  Satpol-PP sebagai  penegak  Perda  jangan sampai kecolongan  terkait masalah tersebut dan secepatnya mengambil  tindakan." tegasnya ** (Arif)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar