Besok APK yang Melanggar Akan Ditertibkan

Kota, KORAN SUMEDANG
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satp Satpol PP) akan menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang, besok Selasa(4/12).

Menurut Ketua Bawaslu Sumedang, Dadang Priyatna mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat kordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Sumedang, untuk mulai menertibkan APK yang melanggar di wilayah kota maupun Desa.

"Tadi kita kordinasikan terkait APK, Alat Peraga Sosialisasi (APS), bendera partai, serta zonasi APK. Dan sejauh ini jika baca di peraturan KPU, disitu tidak mengatur titik selatan, utara, barat maupun selatan tidak ditentukan. Selain itu untuk APK juga kita menyikapi yang dipaku dan dipasang di pohon dan tiang listrik," ujarnya pada sejumlah awak media usai rapat dengan Satpol PP dikantor Satpol PP Kabupaten Sumedang, Senin (3/12).

Sementara terkait APK dijalan Protokol lanjut Dadang, masih mengakui menjadi perdebatan. Akan tetapi meski demikian pihaknya mengambil jalan tengah untuk penertiban APL di ruas jalan protokol.

"Kita batasi dari bundaran Binokasih sampai Bundaran Alam Sari itu bersih dari APK, terutama yang melanggarnya zonasi. Target kita jalan protokol harus steril," tegasnya

Sementara itu dikonfirmasi akan hal tersebut,  Kepala Bidang Penegakkan Perda (Gakda) pada Satpol PP Sumedang, Deni Hanafiah menyebutkan, sasaran penertiban yaitu penempatan APK yang dipasang bukan pada tempatnya. Seperti halnya lembaga pendidikan, fasilitas Pemerintah, pelayanan kesehatan dan zonasi lainnya yang sudah ditentukan KPU

"Dalam penertiban besok, pihaknya akan menerjunkan sekitar 20 Personil. Dua regu ini akan bergerak di wilayah barat (Jatinangor), wilayah kota dan wilayah timur (Tomo), dan khusus di jalur protokol akan dieksekusi oleh Pol PP Kabupaten," tegasnya

*Tidak ada anggaran untuk penertiban APK*

Diakui Deni untuk kegiatan penertiban APK tersebut pihaknya tidak memiliki anggaran khusus.

"Sebagai penegak perda dan Tapung Tantra, seyogyanya anggaran untuk penertiban telah dialokasikan. Namun pada kenyataannya, anggaran tersebut tidak ada. Paling kita pakai dana patroli yang 12 juta per tahun," ungkapnya ** [Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar