Diterjang Banjir TPT Ambruk


Tomo, Korsum
Untuk memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian dari saluran air irigasi, Pemerintah Desa Marongge Kecamatan  Tomo  Kabupaten  Sumedang pada  2017 memperbaiki saluran irigasi tersier sepanjang 15 meter, dengan membangun Tembok Penahan Tebing (TPT). Pembangunan yang dibiayai melalui anggaran bantuan  provinsi senilai Rp 100 Juta ini diharapkan mampu membantu ketersediaan air bagi lahan pertanian. Namun  kurang  dari  satu  tahun  bangunan  TPT  tersebut  ambruk  akibat  diterjang  banjir  yang melanda Marongge, pada  Senin (19/2).
Dikatakan Kades Marongge, Toto Arianto, dengan  adanya  musibah  banjir  tersebut ia sudah meninjau langsung ke lokasi saluran irigasi yang ambruk akibat di terjang banjir  kemarin di Desa Marongge Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, provinsi Jawa  Barat, Senin (19/2).
Lebih  jauh  ia menjelaskan saluran ini merupakan saluran  yang menuju lahan  pertanian warga, dengan tujuan agar air tersebut bisa mengalir ke persawahan milik warga yang ada di desa Marongge.  
Namun sayangnya kata dia, akibat hujan deras yang melanda kabupaten Sumedang  beberapa hari lalu mengakibatkan saluran tersebut ambruk dan beberapa titik bangunan itu hancur terbawah derasnya banjir.
"Saluran ini dibuat agar air bisa mengalir ke persawahan milik warga yang ada di desa sekitar sini. Karena diterjang banjir  makanya sebagian bangunan ini hancur berantakan dan kami minta bantuan dari  pihak  pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini secepatnya," kata Kades.
Sebelumnya, saluran irigasi tersier yang ada hanya berupa tanah, dalam beberapa waktu lalu saluran irigasi ini tidak berfungsi dengan baik, setelah saluran irigasi sering tertutup longsoran tanah yang berasal dari pinggir tebing saluran serta tertutup sampah pertanian. Pengerjaan pembangunan irigasi sudah lama diharapkan warga. Bahkan sebagian warga yang kebanyakan sebagai petani sudah ada yang merasa putus asa karena sulit untuk mengairi lahan pertanian mereka.
Perbaikan saluran irigasi tersier sepanjang 15 meter dengan lebar 30 cm, dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD, yang dibantu masyarakat setempat, sementara pihak pemerintah desa hanya sebagai pengawas pembangunan"jelasnya.
Dikatakan Toto, dengan dibangunnya saluran irigasi  yang bertempat di Desa Marongge, diharapkan akan mampu mengairi lahan pertanian terutama lahan pesawahan puluhan hektare. 
"Dengan adanya perbaikan nanti diharapkan seluruh petani yang berada di Desa Marongge kedepannya bisa lebih maju dan mampu meningkatkan hasil pertanian, karena saluran irigasinya cukup baik dan tidak akan lagi terjadi lahan sawah yang kekurangan air," ucapnya**[F. Arif]
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment