Sumsel, Korsum
Pembangunan akses jalan menuju tempat relokasi jalan Lebakhuni-Kareumbi dengan total anggaran Rp 11,3 Miliar dengan panjang 5,2 Km itu molor dari kontrak yang sudah ditentukan.
Hal tersebut, dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan tersebut, H. Asep Darajat, bahwa memang untuk pelaksanaan jalan tersebut molor dari kontrak kerja yaitu 90 hari kalender, dan saat ini pelaksana diberikan Adendum/perpanjangan waktu pengerjaan.
“Kontraknya habis tanggal 29 Desember 2017, saat ini kita berikan Adendum sampai 16 Februari 2018 dengan catatan akan kena denda setiap harinya,” tegasnya, saat dikonfirmasi Korsum, di ruang kerjanya, Kamis (8/2).
Asep mengatakan, bahwa denda tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
“Jadi, setiap harinya si pengembang akan didenda sesuai dengan Perpres tersebut,"tegasnya Asep juga menambahkan, saat ini masih ada waktu beberapa hari lagi untuk pengembang untuk menyelesaikan pekerjaannya,” kata Asep Darajat yang juga sebagai Kasi Jalan pada Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Sumedang.
Ditanya Korsum buruknya pengerjaan jalan tersebut, Asep menyebutkan, saat ini pihaknya terus memantau pengerjaan jalan tersebut hingga benar benar beres dan hasilnya juga bagus.
“Memang ada beberapa titik jalan yang hotmixnya sudah rusak kembali. Dan untuk itu kita sarankan ke pengembang agar memperbaikinya kembali. Kita juga tegaskan tidak akan mem-PHO pekerjaan tersebut, apabila belum beres dan masih ada yang rusak seperti saat ini,” pungkasnya.
Pantauan Korsum di lapangan, hanya tinggal beberapa orang saja yang sedang menambal jalan yang rusak dan juga ada beberapa pekerja yang masih mengerjakan drainase sebagai penunjang jalan tersebut.**[Acep Shandy]