Bappenda Optimis, PBB P2 Tahun 2018 Bakal Naik



Kota, Korsum
Dengan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas tanah dan bangunan tahun 2018 ini, Pemkab Sumedang optimis nilai ketetapan PBB P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumedang (Bappenda), H. Ramdan Ruhendi Dedy. Menurutnya, dari perbandingan nilai ketetapan tahun 2017 dan tahun 2016 terdapat pertambahan selisih yang cukup besar, yakni sekitar RP 11 miliar.
"Kenaikan tersebut berasal dari buku 1 sampai 5, dimana pada tahun 2018 ini jumlahnya sekitar 44 miliar. Sebelumnya hanya sekitar 33 miliar," ungkapnya, Selasa (28/2).
Sejak PBB P2 dilimpahkan menjadi pajak daerah, kata Ramdan, piutang atau tunggakan PBB dari tahun 2014 sampai 2017 telah mencapai Rp 16.638.995.239, yang didalamnya terdapat SPPT tanpa objek, dobel SPPT, serta SPPT salah luas dan SPPT kekeliruan lainnya.
"Untuk mempercepat realisasi piutang tunggakan, kami mohon Bupati dapat membuat kebijakan penghapusan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga atas piutang/tunggakan, sehingga realisasi PBB dapat lebih meningkat lagi," ujarnya.
Ramdan menyebutkan, jatuh tempo PBB P2 tahun 2018 pada tanggal 30 September. Apabila pembayarannya melewati dari batas waktu yang telah ditentukan, maka sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2010 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga sebesar 2 persen setiap bulannya dari besaran pajak terutang.
"Kecuali itu, mulai tahun 2018 ini para kolektor PBB ketika menyampaikan SPPT PBB dan penagihannya, akan diberikan insentif sebesar Rp 1.500 per SPPT. Harapan kami, pemberian insentif ini akan menambah motivasi bagi para kolektor dalam melakukan penagihan," ucapnya.
Dalam penerimaan PBB, kata Ramdan, seluruh staf desa dan kelurahan diharapkan lebih berpartisipasi aktif dalam penerimaan PBB. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang nomor 9 Tahun 2010 tentang Dana Bagi Hasil Pajak Daerah.
“Kolektor pajak harus dapat memaksimalkan penerimaan pendapatan PBB sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam daftar himpunan ketetapan pajak yang telah ditetapkan dengan kondisi real dilapangan,” katanya.
Untuk lahan yang terkena proyek pemerintah seperti Waduk Jatigede dan Jalan Tol Cisumdawu, SPPT PBB-nya bisa dihapuskan asal dibuatkan berita acaranya dulu. “Lalu laporkan kepada kami sehingga kami delete datanya dari sistem supaya tidak muncul lagi,” kata Ramdan
Sedangkan untuk BPHTB, tandas Ramdan, dasarnya bukan dari SPPT PBB dan NJOP, melainkan dari nilai transaksi jual beli.
Sementara Pjs Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto mengatakan, suksesnya pembangunan akan bergantung terhadap capaian pendapatan daerah, termasuk didalamnya pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.
"Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah mau tidak mau harus ada unsur biayanya, dan pembiayaan yang diperlukan salah satunya dari pajak ini," ujarnya.
Sumarwan mengatakan, tantangan berat di sektor pajak berada mulai dari proses pemungutan dan penggunaannya. Karena itu, ia menghimbau Bappenda selaku pengelola pajak agar bertindak hati-hati dalam pengumpulan dan pengelolaan dana pajak. Mengingat masih banyaknya tindak pidana korupsi dari sektor pajak yang diakibatkan dari pengelolaan dan penggunaan pajak tidak sebagaimana mestinya.
"Dalam pengelolaan pajak ini, kita harus terus memperbaiki serta mengawasi dengan sebaik-baiknya, bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan pajaknya. Memang tantangan berat di sektor pajak ini dari proses pemungutan dan penggunaannya. Kita harus bersikap hati-hati," tegasnya.
Sumarwan menyampaikan apresiasi kepada para kolektor pajak sebagai mitra pemerintah. Dirinya juga menganggap, sudah sewajarnya terdapat timbal balik dari unit kerja yang memanfaatkan para kolektor dengan cara menghormati hasil kerjanya.
"Selamat bekerja pada para kolektor, nanti ada insentif khususlah bagi yang bisa mencapai hasil maksimal," pungkasnya.**[Dady]

Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment