Kajian Badan Geologi Lokasi Pergerakan Tanah Cimanintin Sudah Tak Layak Huni


Jatinunggal, Korsum
Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Blok Babakan Sawah Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, dinyatakan sudah tidak layak huni. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang merencanakan warga korban bencana pergerakan tanah, akan direlokasi.
Seperti dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana, bahwa berdasarkan peninjauan langsung dari tim Badan Geologi ke lokasi longsor di Desa Cimanintin area seluas kurang lebih 4 hektar blok Babakan Sawah Rt 03 sudah tidak layak untuk dihuni kembali pasca longsor.
"Itu sudah merupakan penelitian dari badan geologi dan warga harus direlokasi," tuturnya, saat dikonfirmasi Korsum, di Gedung DPRD, usai menghadiri acara pelepasan ketua DPRD, Rabu (28/2).
Sementara hasil penelitian geologi juga, lanjut Ayi, untuk Rt 01 dan 02 harus tetap waspada karena daerah tersebut bisa saja terjadi pergerakan tanah, karena di area Cimanintin dibawahnya terdapat lempengan batu lempung yang sewaktu waktu bisa terjadi longsor. "Jadi, lokasi tersebut bisa dikatakan rawan untuk kembali ditempati oleh warga," ucapnya.
Ayi menambahkan, pihaknya dan badan geologi meninjau lokasi relokasi yang dulu sempat diperuntukan untuk warga Cipeuteuy yang dulu sempat terjadi longsor di Cipeuteuy, yaitu tepatnya di Blok Genggehek yang masih masuk Desa Cimanintin. "Untuk alternatif saat ini warga korban bencana pergerakan tanah akan relokasi di Blok Genggehek," tandasnya.
Sementara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Sumedang, Yedi, menuturkan, saat ini korban akan didrop logistik selama kurang lebih tiga bulan. Dan ada dua titik rencana hunian sementara Blok Genggehek dan Lapang Sepak Bola.
“Dengan status transisi darurat bencana ini bisa diusulkan ke Kementrian Sosial untuk kebutuhan Jaminan Hidup (Jadup) warga korban terdampak, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang,” tuturnya, kepada Korsum, di Desa Cimainintin, Jumat (2/3).
Untuk rencana relokasi rumah warga, lanjut Yedi, pihaknya bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman, Camat jatinunggal , Kepala Desa, dan unsur TNI POLRI telah melakukan peninjauan ke tempat rencana relokasi di blok genggehek Desa Cimanintin . Hasil survey akan di sampaikan kemudian oleh Dinas Perumahan dan pemukiman.
“Kemarin sudah disurvey dan akan disesuaikan untuk kebutuhan renovasi rumah yang sebagian sudah pada rusak akaibat tidak ditempati,” ucapnya.
Yedi juga menambahkan, saat ini pihaknya akan menarik anggota BPBD, selanjutnya akan diserahkan ke pihak desa sebagai penanggung jawab. “Hari ini kita tarik anggota BPBD, tapi sebelumnya akan mengadakan rapat terlebih dahulu dengan pihak desa untuk menunjuk siapa yang akan bertanggung jawab selama transisi ini. Akan tetapi pihaknya tentunya akan terus memantau perkembangan selama masa transisi ini.” Pungkasnya.
Seperti diketahui, pergerakan tanah yang terjadi pada hari Minggu (25/2) di Dusun Cimanintin Blok babakan Sawah, Desa Cimanintin Kecamatan Jatinunggal, terus melebar dan mengancam kurang lebih 63 KK dengan jumlah 200 jiwa. Dan hingga saat ini warga yang berada di lokasi tersebut masih ditempat pengungsian dan sebagian menumpang disanak saudaranya. Dan meskipun tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah.**[Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment