Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Terpadu Samsat Keliling


Kota, Korsum
Dalam Operasi Terpadu Samsat Mobile atau Samsat Keliling (Samkel) selama tiga hari sejak Selasa (6/3) hingga Kamis (8/3), Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah Provinsi Wilayah Kabupaten Sumedang telah berhasil menarik pajak sekitar Rp 81 juta dari pemilik kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4, yang belum membayar pajak kendaraannya.
Kepala Cabang Pelayanan Pendapatan daerah Provinsi Wilayah Kabupaten Sumedang, Endang Sutardi melalui Kasi PKB/BBNKB, Andang Juanda menyebutkan, pada hari pertama terjaring 50 kendaraan dengan total pendapatan sekitar Rp 33 juta, hari kedua terjaring 59 kendaraan dengan total pendapatan sekitar Rp 29 juta, dan hari ke tiga terjaring 29 kendaraan total pendapatan mencapai Rp 18 juta lebih.
"Mudah-mudahan kedepannya para pemilik kendaraan ini lebih taat pajak dengan membayar pajak kendaraannya tepat waktu atau sebelum habis jatuh temponya," katanya.
Andang menyebutkan, tujuan operasi terpadu ini untuk meningkatkan kesadaran para pemilik kendaran terhadap kewajibannya membayar pajak kendaraannya. Selain itu juga agar para pengendara ini mematuhi aturan-aturan berkendaraan, seperti membawa surat-surat kendaraan dan SIM, menggunakan helm bagi pemotor dan tidak berboncengan lebih dari satu orang, serta mengenakan sabuk pengaman bagi pengendara roda 4 atau lebih.
“Sebetulnya, ini untuk keamanan dan keselamatan pengendara itu sendiri,” ujarnya.
Andang mengatakan, dalam kegiatan operasi terpadu tersebut, CPPD Wilayah Sumedang juga melayani pembayaran pajak kendaraan untuk umum (tidak terjaring razia).
“Sebelum operasi terpadu dimulai, banyak pemilik kendaraan, terutama sepeda motor, yang sengaja datang hany untuk membayar pajak. Ini menunjukan tern yang bagus. Mereka mulai taat bayar pajak,” tandasnya.
seperti yang dituturkan Dian, warga Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara. Ketika tahu ada samsat keliling di Jalan Prabu Gajah Agung, ia sengaja datang untuk bayar pajak sepeda motornya.
“Iya saya sengaja bayar pajak di sini, soalnya tidak ribet dan tidak perlu antri lama. Jadi bisa menghemat waktu dan tenaga,” tuturnya usai bayar pajak.
Dian mengapresiasi layanan Samsat keliling ini karena memudahkan para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya membayar pajak kendaraan.
Hal sama dikatakan Ujang Dasrip, warga Kecamatan Buahdua, saat masyarakat mulai sadar kewajiban bayar pajak, terkadang terganjal oleh aturan persyaratan, seperti harus menunjukkan KTP Asli pemilik kendaraan sesuai nama yang tertera di STNK. Jika tidak membawa KTP asli, maka tidak akan dilayani.
“Aturan itu mugkin salah satu masyarakat enggan membayar pajak kendaraannya,” ujarnya.
Dasrip mengaku, sudah tiga tahun ini ia membayar pajak di samsat keliling. Ia mengetahui ada jadwal samsat keliling dari sebuah koran lokal (Korsum, red) yang ia baca di kantor Kecamatan.
“Setiap mau bayar pajak, saya lihat jadwal samkel dulu, dimana lokasi dilaksanakan samkel yang terdekat. Bayar di samkel lebih mudah dan cepat, tidak perlu berkesal-kesal nunggu lama,” pungkasnya.
Operasi terpadu tersebut diikuti Polantas Polres Sumedang, Subdenpom, Dishub, Jasa Raharja, dan juga Bank BJB.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment