Realisasi Kartu Tani Dipertanyakan


Kota, Korsum
Tak sedikit warga pertanyakan realisasi kartu tani pupuk bersubsidi. Pasalnya, warga yang dibagi  ATM Kartu Tani dan buku tabungan Bank Mandiri, seolah hanya pegang sehelai kertas tak berguna. Desember 2017 dijanjikan diawal tahun 2018, namun hingga Maret ini masih belum terbukti.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Yosep Suhayat, di ruang kerjanya, Jumat (2/3), menyebut belum bisa memastikan realisasi kartu tani. Namun program pupuk bersubsidi akan dilaksanakan Kementrian BUMN berkerja sama Kementrian Pertanian. Sehingga realisasi hingga kelapangan, ada proses panjang yang harus ditempuh.
“Dari mulai menyamakan resefsi  tingkat Kementrian hingga tingkat kabupaten, sehingga data yang ada di Dinas Pertanian tiap kabupaten ditarik melalui online. Dipastikan Bank Mandiri bayar dulu ke pabrik pupuk Kujang setelah adanya alokasi pada setiap daerah dan setelah itu akan dilakukan eksen,” tandasnya.
Realisasi kartu tani perlu waktu dan proses karena harus ada kesiapan berbagai pihak. Dimulai kesiapan pabrik pupuk, 2 lembaga Kementrian hingga kesiapan tingkat kabupaten. Sementara saat in,i baru tahap proses koordinasi tingkat tinggi untuk teknis di lapangan.
“Penyaluran pupuk bersubsidi dari mulai pabrik pupuk Kujang masuk ke Distributor dimasukan lagi ke kios-kios resmi pengecer yang sudah menyediakan alat gesek. Karena  yang penting tidak terjadi kelangkaan pupuk, terlebih Sumedang yang masyarakatnya 70% berprofesi petani sehingga sangat berkepentingan dengan pupuk,” ujarnya.
Dikatakan, program kartu tani pupuk bersubsidi merupakan antisifasi salah sasaran atau jatuh kepada bukan haknya. Sehingga Kementrian BUMN dan Kementrian Pertanian menugaskan anak perusahaan yakni Bank Mandiri untuk memfalitasi pelaksanaan realisasi kartu tani tersebut.
“Mudah-mudah dalam waktu yang tidak terlalu lama, program ini bisa direalisasikan sesuai target. Sementara Dinas pertanian selaku penanggungjawab pembangunan bidang pertanian di Sumedang siap mensukses program ini,” tandasnya.
Petani Bingung
Sebelumnya dilansir koran ini, Senin 18 Desember 2017. Pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bagikan kartu tani untuk antisifasi adanya  spekulan yang merugikan petani. Namun para petani bingun karena pembagian kartu tani tanpa adanya sosialisasi sebelumnya.
Seperti dikatakan Onih warga Desa Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara. Awalnya tidak tahu, tapi setelah ada panggilan melalui pengeras suara (Spiker) di Mesjid bahwa semua warga harus berkumpul di kantor desa yang katanya ada pembagian kartu tani.
 “Heran karena diharuskan foto kopi KTP. Khawatirkan foto kopi KTP dipakai untuk dijadikan dukungan Bakal Calon Bupati Perseorangan dengan iming-iming kartu tani, terlebih penjelasannya hanya sekilas belum dimengerti,” ujar dia waktu itu.
 Senada Sugeng, Ketua Poktan Sawargi Desa Cigentur Kecamatan Tanjungkerta. Dia bingung fungsinya ATM kartu tani dan buku tabungan. “Apakah petani diharuskan nabung di Bank Mandiri agar bisa beli pupuk bersubsidi?. Jangankan nabung ke bank butuh pupukpun ngutang dulu ke kios pupuk,” ujarnya.**[yf saefudin]

Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment