Taufiq Gunawansyah Muncul Lagi Dukung Zaenal-Akur

 Kota, Korsum
Setelah sekian lama tak terdengar kabarnya sejak mengundurkan diri dari anggota DPRD Sumedang, kini mantan Wakil Ketua DPRD Sumedang, Taufiq Gunawansyah muncul kembali. Dan kemunculannya kali ini untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon bupati Zaenal Alimin-Asep Kurnia yang maju dalam Pilkada 2018 dari jalur perseorangan.
Menurut Taufiq, alasan mendukung pasangan ZA-Akur, karena jalur perseorangan akan terlepas dari intrik dan kepentingan politik tertentu dalam suatu pemerintahan. Supaya bebas berbagi dengan masyarakat. Kalau seorang pemimpin dari partai politik, apalagi ada koalisi, itu kedepannya akan bebrbenturan dengan berbagai kepentingan tertentu.
“Sebetulnya saya punya rangsangan ingin terjun lagi ke politik. Bahkan ada dalam pikiran dan niat saya untuk maju dari jalur perseorangan pilkada," ucapnya, Rabu (28/2) di Saung Pawenang, Desa Margamukti.
Saat ini Kabupaten Sumedang memerlukan pemimpin yang memiliki soliditas tinggi. Berdasarkan analisa objektif, kesolidan antara bupati dan wakil bupati meruoakan hal yang paling mendasar sebagai modal menjalankan roda pemerintahan. Tanpa kesolidan antara
bupati dan wakil bupati, niscaya roda pemerintahan tak akan berjalan malsimal.
"Melihat aspek kebutuhan pemimpin dalam kondisi Pemerintahan Kabupaten Sumedang saat ini dan kedepan, pemimpin harus tahu segala tantangan dan masalahnya," ujarnya.
Mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumedang ini juga mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, kriteria utama untuk memilih pemimpin yang dibutuhkan adalah pasangan bupati dan wakil bupati yang bisa menjamin kesolidan satu sama lain.
"Kenapa soliditas pasangan yang harus diutamakan dan jadi pertimbangan masyarakat dalam memilih, karena meski sama-sama unggul tapi dalam menjalankan roda pemerintahan tidak solid, maka tak akan bisa maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan," ucapnya.
Karena itu, syarat pertama dan utama dari alternatif memilih kriteria pasangan calon adalah yang bisa memberikan garansi kesolidan tersebut. Sebab, jika pemimpinnya tidak harmonis maka jalannya roda pemerintahan tidak akan baik, meski sebagus apapun program yang dijalankannya.
Ia mengungkapkan, pemimpin Sumedang ke depan harus memiliki komitmen untuk bebas dari tekanan-tekanan pihak lain. Juga tidak dibangun dari komitmen-komitmen atau kompromi yang tak permanen.
"Intinya, lihat dulu track record-nya,lihat kemampuan dan integritasnya," katnya.
Masih menurut Taufiq,, tingkat soliditas akan dimiliki oleh paslon dari perseorangan. Sebab, ketika melakukan komitmen apapun, murni dan leluasa tanpa ada tekanan-tekanan dari background politik. meskipun dalam pemerintahan dibutuhkan pula keberadaan partai politik.
"Tanpa menafikkan atau mendegradasikan makna dari partai politik, paslon dari perseorangan bisa unggul," tandasya.
Tapi, lanjutnya, untuk kepentingan sekarang dan ke depan, dilihat dari masalah dan tantangannya, yang paling dibutuhkan itu adalah produk kepemimpinan yang dijamin bisa menjaga kesolidan.
"Dan saya harus terbuka dan fair, kepemimpinan yang berasal dari koalisi partai tidak mudah membangun kesolidan," pungkas mantan Wakil Bupati Sumedang.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment