Anggota DPRD Pertanyakan Rencana Pembangunan Pusat Kebudayaan Sumedang Larang

Kota, Koran Sumedang
Anggota DPRD Yogi Yaman  Sentosa mempertanyakan rencana Bupati  membangun Pusat Kebudayaan Sumedang Larang di Tahun  2019 ini. Pasalnya rencana  bupati  tersebut dianggap  tidak  sesuai dengan rencana pembangunan yang tercantum dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2018 lalu.

“ Rencana pembangunan itu tidak ada dalam RKPD. Sebab hal itu sudah masuk tahap akhir dalam penyusunan RKPD itu pada bulan Mei 2018 lalu,” ujar politisi  dari  Fraksi Golkar Yogie Yaman Sentosa kepada Korsum , Senin (28/1/2019).

Dikatakan Yogi, meski dari sisi konteks pemanfaatan gedung tersebut merupakan hal yang baik, tapi sudah  seharusnya  pemerintah tetap harus mengacu terhadap RKPD yang menjadi pedoman dalam pembangunan di tahun 2018.

“ Kegiatan pelaksanaan ini harus tetap berpedoman pada RKPD 2018. Kalau pun mau harus masuk dalam musrenbang tahun ini. Berarti pembangunannya di tahun 2020,” jelasnya.

Lebih jauh  Yogi yang juga merupakan anggota Banggar DPRD Sumedang mengatakan, jika pembangunan tersebut tetap dilaksankan bisa menimbulkan kesalahan yang fatal sesuai dengan Permendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah.

“Itu merupakan punishment-nya masuk ke dalam penyalahgunaan anggaran. Sebab kan membangun itu juga menggunakan anggaran. Walaupun menggunakan anggaran provinsi, tapi usulannya harus masuk dulu dalam perencanaan kabupaten,” Pungkasnya.**(F. Arif)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment