Industri Kecil dan Mikro di Kabupaten Sumedang


Oleh : Reni Dwi Handayani, S.Si., M.Si. S2 - Magister Administrasi Publik (BPS Kabupaten Sumedang)

Industri Kecil dan Mikro memiliki peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian daerah. Semakin meningkatnya jumlah Industri Kecil dan Mikro, maka akan sejalan dengan semakin meningkat pula pertumbuhan ekonomi daerahnya. Ada tiga peran utama Industri Kecil dan Mikro dalam kehidupan masyarakat kecil, yaitu sarana mengentaskan dari jurang kemiskinan, sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil, dan sarana penggerak perekonomian daerah.

Kabupaten Sumedang merupakan salah satu kabupaten yang berpotensi untuk pengembangan dunia usaha dan pariwisata. Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Mikro serta sektor pariwisata di Kabupaten Sumedang berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan perekonomian baik secara individu maupun keseluruhan (PAD) Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu pemberdayaan UMKM dan Industri Kecil Mikro mutlak diperlukan. Salah satu pemberdayaan yang ada di Kabupaten Sumedang terhadap Industri Kecil Mikro berpengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang kemudian juga berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembangunan ekonomi di Indonesia, UMKM dan Industri Kecil Mikro selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting karena sebagian besar jumlah penduduknya hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Serta mampu menyerap banyak tenaga kerja. Disamping itu mereka mampu bertahan di krisis multidimensi tahun 1998 dan krisis global pada tahun 2008.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Potensi Desa (PODES) tahun 2014 menunjukkan ada jumlah Industri Kecil dan Mikro sebanyak 700 industri di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan data PODES tahun 2018 ada peningkatan jumlah Industri Kecil dan Mikro sebanyak 60 industri. Hal ini menggambarkan bahwa ada peningkatan yang signifikan sebesar 8,6 persen mengenai jumlah Industri Kecil dan Mikro di Kabupaten Sumedang. Jenis industri yang paling banyak peningkatannya adalah industri makanan dan minuman, dimana tahun 2014 tercatat sebanyak 170 industri dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 212 industri.

 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kabupaten Sumedang menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun 2014 hingga tahun 2017, yaitu 2014 sebesar 4,71; 2015 sebesar 5,25; 2016* sebesar 5,70; dan 2017** sebesar 6,23. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang mengindikasikan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Sumedang.

Dari data distribusi persentase laju pertumbuhan  ekonomi di Kab. Sumedang, terlihat bahwa setiap lapangan usaha berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor Pertanian, kemudian diikuti oleh sektor Industri Pengolahan. Dengan demikian sektor industri Pengolahan merupakan pemberi pengaruh terbesar kedua terhadap PDRB di Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran Industri Kecil dan Mikro sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang. Sehingga pemberdayaan Industri Kecil dan Mikro merupakan sesuatu yang sangat penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sumedang. Sumbangsih Industri Kecil dan Mikro terhadap PDRB menjadikan salah satu indikator pentingnya Industri Kecil dan Mikro dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sumedang,

Pentingnya peranan Industri Kecil dan Mikro dalam mengembangkan perekonomian nasional ditunjukkan dengan ditetapkannya Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2008 yaitu tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dalam Undang-Undang ini diatur bahwa pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah perlu diselenggarakan secara menyeluruh, optimal dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan dan pengembangan yang seluas-luasnya, sehingga mampu meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Selanjutnya diikuti dengan Peraturan Pemerintah RI nomor 32 tahun 1998 tentang pembinaan dan pengembangan usaha kecil.

Inti dari peraturan ini adalah adanya pengakuan dan upaya untuk memberdayakan mereka. Seperti yang terungkap dalam PP tersebut bahwa usaha kecil bagian integral dari perekonomian nasional  yang mempunyai kedudukan, potensi, dan peranan yang penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan ekonomi nasional.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional diantaranya adalah Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Ilmu Pengetahuan Teknologi, Budaya dan Sumber Daya Modal. Faktor ini juga diperlukan dalam proses berjalannya suatu industri. Permasalahan mendasar untuk sektor Industri Kecil dan Mikro di Kabupaten Sumedang adalah seringnya terhambat dengan keterbatasan modal, SDM yang masih kurang mampu, kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, dan sulitnya pemasaran khususnya produk kerajinan.

Oleh karena itu, peran pemerintah daerah sangat diperlukan dalam pemberdayaan Industri Kecil dan Mikro melalui bantuan khususnya untuk faktor IPTEK dan Sumber Daya Modal, serta melakukan pembinaan secara kontinyu dan berkelanjutan agar Industri Kecil dan Mikro tetap bertahan dan mampu berkembang. Sehingga peran serta Industri Kecil dan Mikro akan signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

Catatan :
* Angka Sementara
* Angka Sangat Sementara

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment