Misteri Nama Yoyoh Yang Kesulitan Mencairkan Bantuan PKH dan BPNT


Kota, KORAN SUMEDANG
Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) umumnya bisa dengan mudah dicairkan oleh masyarakat yang mendapatkan. Akan tetapi berbeda dengan para penerima bantuan tersebut yang dengan nama Yoyoh. Pasalnya, mereka kesulitan dalam mencairkan bantuan tersebut.

Hal tersebut, diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Mekarahayu Kecamatan Sumedang Selatan yang bernama Yoyoh, bahwa, dirinya selalu kesulitan mencairkan dan harus datang ke teller Bank. "Jadi, kalau yang lain mudah mencairkan dengan ATM, saya harus sendiri mendaftarkan diri ke teller. Berbeda dengan penerima lainnya," ungkapnya, saat dikonfirmasi Korsum, beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Yoyoh, mengaku dirinya juga pada tahun 2018 tidak mendapatkan jatah beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Padahal uang PKH-nya dipotong untuk BPNT tersebut. "Ya selama tahun 2018, sejak adanya bantuan BPNT ini saya belum pernah dapat beras. Padahal uang selalu dipotong," tuturnya.

Yoyoh berharap, juga heran kenapa proses pencairan atas nama Yoyoh tidak seperti penerima PKH lainnya. Pasalnya di RW dia pun ada dua orang nama Yoyoh yang sama sama kesulitan mencairkan. "Intinya saya berharap agar bisa dimudahkan dalam pencairan seperti penerima PKH lainnya," pungkasnya.

Sementara itu Pendamping PKH Kecamatan Sumedang Selatan, Agus membenarkan, kalau Penerima manfaat atas nama Yoyoh hingga saat ini belum bisa menerima Beras BPNT, dikarenakan ada permasalahan pada Kartu ATM.

“Untuk penerima PKH yang juga menerima BPNT itu satu Kartu, akan tetapi jika bantuan PKH bisa dicairkan melalui teller Bank langsung. Berbeda dengan BPNT karena BPNT tidak tidak bisa dicairkan berbentuk uang tunai, melainkan beras,” tuturnya, saat dikonfirmasi Korsum melalui sambungan teleponnya, Jumat (11/1).

Agus juga mengaku, bahwa permasalahan pencairan atas nama Yoyoh bukan saja terjadi di Kabupaten Sumedang, melainkan hampir diseluruh Indonesia. Dan Agus juga menyangkal bahwa ada potongan terkait bantuan PKH untuk BPNT.

“Setahu saya, memang semua penerima manfaat atas nama yoyoh setiap pencairan harus melalui teller Bank, walaupun sudah mempunyai ATM. Sementara itu mengenai jumlah bantuan PKH selama satu tahun mendapatkan Rp 1.890.000 bagi reguler yang pencairaannya dilaksanakaan selama empat tahap yaitu, tahap pertama sampai ketiga jumlahnya Rp 500 rebu dan untuk tahap ke empat Rp 390 ribu. Hanya saja ada surat edaran dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk tahap keempat jumlahnya dikurangi ,menjadi Rp 266.350. Jadi, bukan pemotongan BPNT seperti apa yang diungkapkan Yoyoh,” pungkasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang, ketika dikonfirmasi akan hal tersebut, dirinya baru mendengar peristiwa tersebut. "Nanti saya akan memanggil Kabid Jamsos, untuk mengecek kebenaran tersebut. Apakah benar atas nama Yoyoh selalu bermasalah. Hari ini juga saya akan cek informasi tersebut," jawabnya singkat, saat dikonfirmasi Korsum, di Gedung Negara, Jumat (11/1).** [Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment