Pedagang Sayuran 'Menjerit' Omset Cuma 15 Ribu Per Hari, Solusi Pemerintah Dinilai belum optimal

Kota, Koran Sumedang
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengeluarkan surat edaran supaya semua pihak bisa keroyokan meramaikan pasar terutama para SKPD.

Dalam edaran itu disebutkan, 'seluruh ASN di wilayah Kabupaten Sumedang yang akan berbelanja kebutuhan pokok dihimbau untuk berbelanja di pusat perbelanjaan kota Sumedang (PPKS) dan pasar  tradisional lainnya.'

Hal itu pun bisa terealisasi di semua titik pasar pada hari Minggu (6/1) lalu. Hasilnya pasar tampak ramai pengunjung, meskipun hanya dalam beberapa jam.

Selang satu Minggu berlalu, pedagang kembali merasakan kondisi sepi pembeli, karena himbauan tersebut nyatanya tidak berdampak pada ramainya pasar.

Seperti yang dialami Siti Ruhenah (44) yang berjualan sayuran dan bumbu masak di lantai dua PPKS menuturkan, bahwa usulan dari Pemerintah tidak berpengaruh pada kondisi pasar yang masih sepi. Bahkan ia pun mengaku sempat ingin kembali berdagang di tempat semula.

"Dulu kalau saya jualan dibawah (Jalan Tampomas) bisa dapet 1 juta lah, atau kalau lagi sepi juga paling setengahnya. Sekarang pendapatan saya paling besar juga 15 ribu dan paling parah kemarin cuman dapet penglaris dua ribu rupiah," tutur Siti sembari menunjukkan cabe merah dan sawi yang sudah membusuk, Sabtu (12/1).

Tak hanya itu, Siti pun sempat mempertanyakan langkah Pemerintah yang berencana mengalihkan berbagai kegiatan seremoni di aula pasar sandang.

"Memang di atas ada kegiatan, tapi buktinya mana, orang tidak mau turun kesini Pa," ujarnya.

Siti pun berharap Pemerintah bisa mencarikan solusi terbaik bagi para pedagang eks kaki lima Tampomas ini. Terlebih dirinya membutuhkan biaya untuk ketiga anaknya yang masih sekolah.

"Kita mah kalau untuk tempat memang lebih nyaman, soalnya kan selama saya pindah 17 Desember 2018 lalu biaya sewa masih gratis sama pengembang. Tapi kalau kondisinya sepi kayak gini saya udah ga kuat pengen jualan dibawah lagi, atau kalau ga dirapihkan juga, pakai roda atau seperti apa lah," keluhnya.

Selain itu dikatakannya, dari 12 pedagang yang menempati blok sayur dan daging ini, 4 diantaranya dipastikan telah gulung tikar.

Wawan Hermawan salah satunya, ia mengaku sudah tidak berjualan lagi karena setelah menampati lapak di lantai dua Pasar Kota selama tiga minggu, tidak ada pembeli yang melirik lapaknya. Padahal selama berjualan di Jalan Tampomas pembeli jauh lebih banyak, hingga rela berdagang hingga 24 jam.  "Daripada saya merugi lebih baik saya tidak berdagang," kata dia.**(F. Arif)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment