Wabah DBD Mengancam, Begini Cara Mengantisipasinya

Kota, Koran Sumedang
Setiap tahun, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat pada pertengahan musim penghujan. Maka  khususnya dikabupaten Sumedang meskipun suspect Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Sumedang belum kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), namun, hingga Januari 2019 ini terdapat 97 kasus dan 13 orang diantaranya positif DBD.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sumedang Anna Sabana kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

"Meskipun tidak ada kematian dari kasus ini, kami terus berupaya melakukan pencegahan dan lakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui petugas kesehatan di lapangan," ujarnya.

Pihaknya mengimbau, agar masyarakat tetap waspada selama musim penghujan.

"Kami anjurkan secara intens untuk menguras tempat penampungan air sebab, jentik nyamuk ini tumbuh di genangan air yang tidak mengalir seperti bak mandi, baskom, vas bunga, pot tanaman, akuarium dan lainnya," terang Anna.

Dikatakan Anna, Pencegahan utama penyakit DBD adalah membasmi penyebaran vektor-patogen dengan menghancurkan, mengubah, menghapus, atau mendaur ulang wadah yang menjadi tempat telur nyamuk bersarang.

"Untuk penampungan air yang besar, berikan bubuk abate agar terbebas dari jentik nyamuk. Tutup rapat tempat-tempat penampungan air ini agar nyamuk tak membuat sarang di situ," katanya.

Ditambahkan Anna, Bersihkan pula tempat genangan air lainnya seperti tempat penampungan di bawah wastafel, kulkas, AC, bahkan tempat minum hewan peliharaan. Pastikan tak ada wadah yang dapat menampung air hujan di sekitar lingkungan.

"Membersihkan lingkungan tidak hanya di dalam ruangan, pastikan pula lingkungan sekitar rumah aman dari jentik nyamuk seperti, tempat sampah, talang air, selokan, dan jalanan," ucapnya.

Lebih jauh  ia  mengatakan, dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Program PSN , yaitu Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya dan yang ke3 Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah."Jelasnya.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus lanjut  Anna, adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, Menggunakan kelambu saat tidur, Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan."Pungkasnya

Dimintai  tanggapannya praktisi kesehatan drg. H. Agus Seksarsyah Rasjidi mengatakan, Kabupaten  Sumedang belum  bisa  dikatakan KLB DBD jika  memenuhi beberapa kriteria." Walau belum menyimak data kasus DBD saat ini tapi sepengetahuan saya untuk menetapkan KLB di suatu daerah. Pertama apabila tahun sebelumnya tidak ditemukan kasus seperti tahun ini.
Kedua, terjadi peningkatan kasus dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan ketiga, kematian akibat DBD meningkat 50 persen dalam kurun waktu yang sama."katanya. **(F. Arif)
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment