Bawaslu Sumedang Ajak Perempuan Turut Serta Awasi Pemilu 2019

Kota, KORAN SUMEDANG
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang, menjaring para perempuan untuk berperan aktif membantu Bawaslu dalam pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2019.

Menurut Divisi Pengawasan pada Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi mengatakan, pihaknya ingin melibatkan sekaligus melakukan penguatan steakholder strategis yang ada di masyarakat, yang didalamnya ada kaum perempuan.

"Perempuan adalah pemilih dengan segmen yang signifikan, sehingga kami punya keinginan bahwa kaum perempuan ini untuk berperan aktif menangkal hoaks, ujaran kebencian dan praktik-praktik money politic," ujarnya pada Korsum, disela sela Sosialisasi pengawasan partisipatif bagi perempuan di Bale Mahoni Hotel Asri, Rabu (26/2).

Melalui sosialisasi ini diharapkan perempuan bisa berperan aktif dalam pengawasan, apabila jika menemukan pelanggaran pemilu.

"Jadi perempuan kan identik dengan sosialitanya. Jadi diharapkan bisa melaporkan apabila dilapangan ada pelanggaran pemilu ke pengawas terdekat seperti Panwascam atau Bawaslu Kabupaten," tuturnya

Lebih lanjut Zaki juga mengatakan, para ibu-ibu mayoritas merupakan kader PKK. Untuk itu diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini bisa menyampaikan kembali ke masyarakat baik di Kecamatan maupun di Desanya dalam proses pengawasan pemilu.

"Dalam penggunaan media sosial, kaum perempuan kan lebih tinggi. Jadi mereka bisa dikatakan paling aktif di media sosial atau grup-grup tertutup dari medsos yang ada. Sehingga peran para Ibu-ibu ini dinilai sebagai wadah strategis untuk mengantisipasi masyarakat yang menjadi korban hoaks," ungkapnya

Zaki mencontohkan, seperti kasus kampanye hitam yang melibatkan tiga perempuan di Karawang yang baru-baru ini sedang ditangani oleh Polda Jabar, hingga berujung pidana, harus dijadikan pelajaran. Bahwasanya, para Ibu-ibu harus bersikap kritis dan cerdas dalam menerima informasi, terutama dalam momentum Pemilu 2019.

"Jadi saya menghimbau agar jangan mudah percaya dan jangan turut ikut membroadcast informasi-informasi yang berisi ujaran kebencian dan hoaks. Karena ancamannya masuk ke UU ITE baik yang membuat, merekam dan menyebarkan akan dikenakan Sanski," pungkasnya ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment