Berangkat Dari Perih Dan Cibiran Putra Sumedang Qorie Herdiansyah Juara DownHill dan Induro Di Malaysia

Kota, Koran Sumedang
Qorie Herdiansyah putra kedua dari empat bersaudara, buah perkawinan dari Novi Herdiana dan Eti Rohaeti, sejak putus sekolah sampai SMPN 4 Sumedang, Qorie menganggur tatkala teman teman yang lainnya melanjutkan sekolah ke SLTA.

Qorie harus bekerja dan hidup prihatin karena ibunya sudah bercerai hingga harus menghidupi keempat anaknya.

Dari sejak putus sekolah, Qorie bekerja dan penghasilannya ditabungkan untuk bisa membeli sebuah sepeda BMX yang menjadi keinginan kuatnya untuk jadi pembalap meski cibiran dan hinaan dari teman temannya selalu saja mengiringi disetiap langkah Qorie. Namun keinginan kuatnya seiring berjalan waktu Qorie akhirnya bisa membuktikan bahwa dia bisa.

Dikonfirmasi Koran Sumedang, Ibunda Qorie, Eti Rohaeti, mengatakan, bahwa perjalanan putranya sangat prihatin sekali, dia (Qorie) melihat orangtuanya hanya tinggal sebelah ibunya saja, akhirnya dia berupaya untuk bisa meraih mimpinya untuk jadi seorang pembalap sepeda.

“Moch Qorie dari putus sekolah tidak putus asa dia mulai menyukai sepeda BMX, dari situ dia mulai belajar bersepeda dan untuk bisa membeli sepeda harus bekerja di depot gas, Air mata saya bangga melihat perjuangan Moch Qorie dan sampai dia diajak temannya ke Majalengka dalam acara guide gowes Sawiah. Dari situ Om Nurul dari Majalengka mulai melirik Moch Qorie. Dan di ajaknya Qorie d BMX Majalengka Om Nurul dri Majalengka mulai melirik Moch Qorie,” Selasa, (26/2).

Dikatakan Ibunda Eti, Setelah itu Qorie diajak terjun ke Downhill dengan sepeda Om nurulnya, itu pertama kali kalau gak salah di pangalengan, terus karena diiihat skillnya bagus tiap even terjun dn alhamdulillah meraih podium dan podium.

“Dari situ sponsor mulai melirik Qorie masuk team Lintink tapi tak lama terus Qorie diajak Om nya ke Polairdhteam, Alhmdulillah, hasilnya gemilang sponsorpun bertambah, dari sahabat bosnya itu Qorie masuk team spesialis masuklah ke even Induro,” ujarnya.

Alhmdulillah kata ibunda, tiap even podium demi podium sampai tahun 2017, Qorie mendapatkan juara Umum Induro, dan menjadi perwakilan Indonesia di Kranky Malaysia dan Alhamdullilah  mendapat juara 1 mewakili Indonesia. 

“Tahun 2018 Alhamdullilah  juara umum lagi Induro dan mendapat bonus dari Induro liburan ke Thailand, bulan April 2019 kalau tidak salah Insya Allah ke Austria balapan Induro perwakilan Indonesia,” kata ibunda Qorie sambil mengeluarkan air mata kebanggaan.

Bupati H. Dony Ahmad Munir, sebelum menjadi bupati pernah bertemu dan berbincang dengan Worie. "Sok wae heula ikut ke daerah lain, ke mun bapak kenging janten Bupati Sumedang, Qorie engke dipanggil kanggo Kabupaten Sumedang,” begitu kata pak Bupati H. Dony Ahmad Munir, dijelaskan ibunya Qorie.  Kenyataannya, hingga saat ini, tidak ada satupun perhatian pemerintah terhadap atlit  daerah.**[Dady]

Posting Komentar

0 Komentar