Buron 3 Tahun Terpidana Proyek Safver Disnakan Sumedang Akhirnya Dibekuk Kejari Sumedang

Kota, KORAN SUMEDANG
Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang akhirnya menangkap DPO terpidana Program Sustainable Aquaculture for Food Security and Poverty Reduction (SAFVER) Project Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang Dodi Sugriwa (38) yang buron selama 3 tahun. Selasa (26/2).

Menurut Kasi Intel, Kasi Pidsus Lucky Maulana S.H didampingi Kasi Intel pada Kejari Sumedang, Agus Hendra Yanto S.H mengatakan, Dodi Sugwira masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan telah buron sejak 3 tahun lalu itu, ditangkap oleh tim gabungan Intel dan Pidsus Kejari Sumedang di kediamannya sekitar Lingkungan Karapyak, Rt. 02/ Rw. 08, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara. Dodi merupakan terpidana kasus program pengembangan budidaya berkelanjutan, untuk ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan pada Dinas Peternakan dan Perikanan tahun anggaran 2010.

"Terdakwa Dodi sudah berkekuatan hukum tetap berdasarkan keputusan Mahkamah Agung per Januari 2016. Namun pada saat kita akan melakukan pemanggilan eksekusi, yang bersangkutan tidak mengindahkan surat pemanggilan dari kami. Dari situ di bulan September 2016 dikeluarkan surat perintah DPO, selang tiga tahun kita berhasil melakukan penangkapan," tuturnya pada sejumlah wartawan di Kantor Kejari, Jalan Pangeran Soeriaatmadja No.2, Kota Kulon, Sumedang Selatan.

Lebih lanjut Lucky mengatakan, jumlah terpidana dalam kasus ini ada empat orang, tiga diantaranya merupakan ASN Dinas terkait yang telah dieksekusi beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk terdakwa Dodi merupakan pihak swasta yang terlibat dalam kasus itu.

"Proses penanganan perkaranya sudah selesai di tingkat Pengadilan Negeri dan keempatnya bebas, kemudian jaksa penuntut umum yang menangani kasus tersebut mengajukan kasasi. Dan pada 16 Januari 2016, upaya hukum kasasi itu dikabulkan dan keempatnya dijatuhi hukuman pidana empat tahun penjara, dengan denda 200 juta rupiah beserta uang pidana pengganti sebesar 8 juta rupiah," ucapnya

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Sumedang, Agus Hendra Yanto menuturkan, penangkapan terpidana Dodi Sugriwa, awalnya berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat setempat dan atas arahan dari Kajari, pihaknya melakukan penyelidikan tertutup atas laporan tersebut selama satu minggu (20-26 Februari 2019) guna memastikan keberadaan Dodi.

"Alhamdulilah pada hari ini sekira jam 12.00 wib kami dari tim Intel bersama dengan Pidsus Kejari Sumedang melakukan penjemputan terhadap terpidana di kediamannya di sekitar Karapyak. Terpidana langsung dibawa ke Kantor Kejari guna proses administrasi eksekusi oleh eksekutor Kejari, dengan cara dibawa ke lembaga permasyarakatan (LP) kelas II B Sumedang," ungkapnya.

Sementara itu Program yang merugikan keuangan negara Rp 821 juta ini, sejatinya ditujukan untuk pengembangan budidaya berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan pengurangan angka kemiskinan.

"Hari ini, kami sudah melaksanakan eksekusi kepada terpidana, dan pelaku sudah dilimpahkan ke Lapas Kelas II B Sumedang, untuk menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan," pungkasnya

Kasus ini berawal pada 2010, Disnakan Kabupaten Sumedang mendapat dana Rp 8.492.648.000 yang terdiri dari sumber loan Asian Development Bank dan APBN sebesar Rp 8.367.648.000 serta APBD Sumedang Rp 125 juta untuk melaksanakan program SAFVER.

Program tersebut diperuntukkan dalam memberdayakan para petani ikan, melalui kelompok yang dilaksanakan di 20 kecamatan, tepatnya 42 desa yang terdiri 46 kelompok yang melibatkan 38 perusahaan dalam pengadaan barang dan jasa. ** [Acep Shandy].

Posting Komentar

0 Komentar