Ini Dia Kata ATLM PKM Situ Soal Fogging

Kota, Koran Sumedang.
Fogging dilakukan setelah ada PE (Penyelidikan Epidemiologi) dengan pemeriksaan angka jentik di radius 100 meter dari rumah penderita DBD. Yang bisa di fogging adalah jika persen angka Pos jentik lebih dari 15 persen dari seluruh rumah di dalam radius 100 meter tersebut.

“Untuk di ketahui, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa saja, yang lebih penting adalah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), Coba lihat kembali lingkungan kita,  apa sdh bersih?  Periksa bak mandi,  periksa yang punya penampungan air yang terbuka,  periksa penampungan kulkas, tempat galon yang kadang luput dari pembersihan,” ujar Reti Nuraeni Ahli Teknologi Laboratorium Medis di PKM Situ saat dikonfirmasi Koran Sumedang Selasa (5/2) melalui pesan WhatsApp.

Nyamuk aides betina aktif di pagi hari, kata Reti, jadi yang punya anak, sebelum kesekolah dianjurkan memakai autan.

“Ia harus lebih disosialisakan masalah PSN nya,  bukan fogging, dan ingat fogging dengan tidak mengikuti aturan bisa menjadikan nyamuk resisten juga terhadap malation artinya nyamuk tidak mati juga dengan malation,”jelas Reti.

Dikatakan Reti, yang harus diperiksa dalam penyelidikan epidemiologi adalah Air jernih yang ada jentik, Telur dalam air itu bisa berkembang menjadi nyamuk selama 6 hari,  artinya rajin bersih bersih dan jangan ada air bersih yg tergenang,  buang saja  airnya ke tanah,  karena telur akan mati di tanah.

“Jam 7-11 siang nyamuk aktif dan Jam 4-5 sore aktif lagi. Waspada rumah kosong dengan kamar mandi yang bak mandinya berisi air, Nyamuk punya tempat berlindung juga. Di tempat yg tidak beralaskan tanah juga ada tempat peristirahatannya,”jelasnya.** [Dady].
Share on Google Plus

About Koran sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment