KPU Sumedang Ingatkan Batas Akhir Pindah Memilih Hingga 17 Februari

Kota, KORAN SUMEDANG
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, mengingatkan untuk para pemilih yang akan memindahkan hak pilihnya di Pemilu 2019 akan berakhir pada tanggal 17 Februari mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi pada KPU Sumedang, Rahmat Suanda Pradja, S.T bahwa, sesuai dengan UU 7 tahun 2017 maupun PKPU 11 tahun 2018 yang diperbarui di PKPU 37 tahun 2018. Semua warga bisa pindah memilih di tempat yang dituju.

"Ada 9 alasan warga bisa pindah memilih yaitu, menjalankan tugas saat pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/rehabilitasi, menjalani rehabilitasi narkoba, menjalani tahanan di rumah tahanan atau LP, tugas belajar atau menempuh pendidikan menengah/tinggi, pindah domisili, tertimpa bencana dan bekerja di luar domisili," tuturnya saat dikonfirmasi Korsum di ruang kerjanya, Jumat (1/2).

Akan tetapi ada konsekuensi bagi para pemilih yang pindah memilih, lanjut Rahmat, yaitu akan berkurang pengurangan surat suara. "Jadi nanti kalau pemilih pindah Daerah Pemilihan (Dapil) maka dia tidak bisa memilih calon legislatif di dapilnya. Kalau didapilnya bisa mendapatkan 5 kertas suara, di TPS baru hanya 4 saja. Begitu juga kalau pindah memilih ke luar Kabupaten, Kota dan Provinsi tentunya akan berkurang, ada konsekuensi pengurangan kertas suara. Seperti yang dari luar provinsi pindah memilih ke Kabupaten Sumedang, tentu hanya mendapatkan surat suara pemilihan presiden saja. Akan berkurang surat suara surat suara yang diterima sebagai konsekuensi perbedaan dapil." tuturnya

Lebih jauh, Rahmat mengatakan, diambilnya tanggal 17 Februari sebagai batas akhir. Karena nantinya pemilih yang pindah memilih ini akan berkaitan dengan logistik pemilu yang dibuat KPU. Selain itu juga untuk membantu KPU menentukan perlu atau tidaknya menambah tempat pemilihan suara (TPS). Dan juga bisa membantu warga yang belum terdaftar di DPT bisa dimasukan.

"Karena ini terkait dengan logistik pemilu seperti surat suara. KPU dapat menyiapkan logistik pemilu bagi pemilih yang pindah memilih. Dengan mengurus dokumen pindah memilih lebih awal, diharapkan KPU dapat melakukan persiapan secara optimal. Serta tidak adanya pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya," tegasnya

Rahmat juga menambahkan, Warga yang pindah memilih dapat mengurus formulir A5 di kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa atau kelurahan. Dan bagi yang pindah memilih ke luar kota/kabupaten dan Provinsi bisa mendatangi kantor KPU tujuan.

"Formulir A5 merupakan surat keterangan pindah memilih yang didapat dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) tempat pemilih terdaftar. Kemudian, nantinya dari PPS asal, nama warga akan dicoret dan diganti dengan formulir A5 untuk digunakan pada saat pemungutan suara. formulir A5 sebagai dasar di PPS tujuan dimasukan kedalam Daftar Pemilih Tambahan." ungkapnya

Sementara untuk saat ini, lanjut Rahmat, sudah ada pemilih yang pindah memilih ke Kabupaten Sumedang, seperti di Kecamatan  Jatinangor yaitu IPDN, ITB dan UNPAD. Pihaknya juga pro aktif sudah mengirim surat ke lembaga lembaga yang memungkinkan terdapat pemilih yang pindah dan juga ke Perusahaan perusahaan di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Untuk IPDN sekitar 3000 orang pemilih yang nantinya akan menggunakan hak pilih di Kabupaten Sumedang. Karena informasi dari pihak IPDN dipastikan pada tanggal 17 April nanti semua praja ada di Sumedang. Dan terkait IPDN juga  nanti satu tingkat lagi sekitar 600an praja akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di sumedang bersamaan waktunya dengan pencoblosan pada tanggal 17 April 2019," pungkasnya ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment