Mulai 1 Maret RSUD Sumedang Berlakukan Sistem APM Online dan Bisa Menerbitkan ICV

Kota, KORAN SUMEDANG
Terhitung mulai 1 Maret 2019, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, akan mulia berlakukan sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang bersifat online.

Menurut Direktur RSUD Sumedang, dr Hilman Taufik mengatakan, mulai 1 Maret, pasien yang berkunjung ke rawat jalan RSUD Sumedang tidak perlu lagi mengambil nomer antrian, tidak juga bertemu dengan petugas loket pendaftaran. Karena sudah bisa mulai mendaftar secara online melalui APM.

"Syaratnya si pasien bisa memakai APM, harus didaftarkan dulu oleh  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Puskesmas, Klinik dan Praktek dokter ataupun dari Rumah sakit lainnya. Kalau tidak didaftarkan secara online, berarti tetap manual dan harus mengantri," ujarnya. pada sejumlah wartawan di ruang Tampomas IPP Sumedang, Selasa (26/2).

Adapun maksud dan tujuan APM, lanjut Hilman, yaitu untuk memberikan kepastian untuk dokter maupun terhadap pasiennya. Karena dokter spesialis di RSUD masih terbatas, sehingga dengan adanya layanan online ini bisa juga mengatur jadwal dokter spesialis dalam menangani pasiennya.

"Jadi untuk mengatur jadwal itu sudah tercantum dalam list yang tersedia di website. Sehingga kapasitas kita melayani setiap harinya bisa dilihat secara langsung. Dan jika kapasitas perharinya sudah penuh, maka pasien mendaftar untuk waktu yang berbeda. Akan tetapi jika pasien sudah mendaftar dan tidak bisa hadir sesuai waktu pendaftaran. Maka otomatis harus mendaftar lagi secara manual, jika ingin tetap berobat di hari tersebut. Atau juga bisa mendaftar kembali secara online," tegasnya

Hilman juga menegaskan, dengan adanya layanan online ini, untuk jumlah pasien yang akan berkunjung ke rawat jalan akan dibatasi sesuai dengan kapasitas kemampuan dokter spesialis dalam melayani.

"Misalkan, kapasitas poli penyakit dalam kapasitas perhari hanya 100, berati jika kuotanya hari itu sudah penuh, maka bisa mencari hari yang lain sesuai dengan keinginannya. Jadi dengan sistem ini pasien dipaksa harus mengikuti sistem. Dan dengan sistem ini juga pasien bisa menentukan kapan saja dia bisa berkunjung ke poli tujuannya," tuturnya

Hilman juga menambahkan, mulai awal Maret juga RSUD Sumedang, sudah bisa menerbitkan International Certificate of Vaccination (ICV).

"Jadi Masyarakat yang ingin melaksanakan umroh atau bepergian ke Timur Tengah itu kan perlu vaksin Meningitis. Dan mulai bulan depan tidak perlu jauh jauh ke Bandung. Karena RSUD Sumedang sudah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagi salah satu rumah sakit yang bisa mengeluarkan ICV. Untuk Sumedang juga menurut data dari Kementerian Agama dan KBIH, setiap tahunnya rata rata terdapat 1800 orang lebih yang melaksanakan Umroh," pungkasnya ** [Acep Shandy].

Posting Komentar

0 Komentar